CEO Danantara Rosan Roeslani menjelaskan alasan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai perusahaan yang menjadi entitas tunggal untuk ekspor komoditas ekspor sumber daya alam strategis. Alasan utamanya terkait transparansi transaksi akibat semakin banyaknya praktik under invoicing atau manipulasi harga lebih rendah agar menghindari pajak dan bea.
Ia juga menuturkan bahwa praktik under invoicing terhadap beberapa komoditas ekspor memang sudah terjadi dalam kurun waktu yang lama.
“Yang pertama tadi disampaikan oleh Pak Menko bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia yang di mana kami ingin menekankan ini lebih kepada transparansi transaksi,” kata Rosan dalam konferensi pers di Gedung Parlemen, Jakarta pada Rabu (20/5).
“Transparansi transaksi, karena memang tadi disampaikan dan mungkin saya tidak memulai lagi dalam kurun waktu yang sekian lama kita lihat dari data yang disampaikan oleh bapak presiden dari World Bank, begitu tingginya under invoicing dan overpricing terhadap komoditas-komoditas,” lanjutnya.
Nantinya, pelaksanaan ekspor komoditas strategis memang akan dilakukan melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Dengan begitu, Rosan juga melihat dampak transparansi juga akan terasa baik bagi para pembeli komoditas ekspor Indonesia di luar negeri.
“Dan tentunya saya yakin untuk buyer dari luar knowing bahwa sekarang akan jauh lebih transparan karena kalau tidak, buyer luar knowing ada transfer pricing, mereka kan juga akan terkena secara keseluruhan,” ujarnya.
Selain itu, prinsip transparansi transaksi tersebut menurut Rosan juga sangat selaras dengan prinsip Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Hal ini menurutnya baik bagi Indonesia yang saat ini juga sedang dalam proses untuk masuk menjadi anggota OECD.
“Ini inline dengan OECD principles yang di mana kita ingin menjunjung tinggi governance, transparency, accountability dari semua ini sehingga tidak lagi terjadi potensi-potensi adanya uang gelap. Istilah saya, uang gelap,” kata Rosan.
Saat ini status dari PT Danantara Sumberdaya Indonesia masih merupakan perusahaan swasta nasional. Namun, Rosan menyebut perusahaan itu akan segera menjadi BUMN.
“Nah, kemudian memang ini tentunya akan dilakukan oleh BUMN, ini segera akan menjadi BUMN,” ujar Rosan.
Menambahkan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan kajian mengenai PT Danantara Sumberdaya Indonesia bukan hal baru. Kajian pembentukannya sudah dilakukan selama lebih dari setahun.
“Ini sudah cukup lama, lebih dari 1 tahun. Jadi multi kementerian (pengkajinya),” kata Airlangga ditemui usai konferensi pers.





