Riset: Istri Lebih Stres Hadapi Suami Ketimbang Anak

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Menjadi seorang istri sekaligus ibu bukanlah tugas yang mudah. Selain mengurus anak, pekerjaan rumah, dan tanggung jawab sehari-hari, banyak perempuan juga menghadapi tekanan emosional dalam hubungan dengan pasangan.

Bahkan, sebuah riset menemukan bahwa sebagian istri justru merasa lebih stres menghadapi suami dibanding anak-anak mereka sendiri. Apakah Anda mengalaminya juga, Moms?

Riset soal Sumber Stres Istri

Temuan ini berasal dari survei online yang dilakukan Today.com terhadap lebih dari 7.000 ibu di Amerika Serikat pada tahun 2013. Dalam survei tersebut, para responden diminta menilai tingkat stres mereka dalam kehidupan sehari-hari dengan skala 1 sampai 10. Hasilnya, rata-rata tingkat stres ibu berada di angka 8,5.

Menariknya, banyak ibu mengaku salah satu sumber stres terbesar justru berasal dari pasangan mereka. Beberapa responden merasa suami kurang membantu dalam pengasuhan anak maupun pekerjaan rumah tangga. Ada pula yang merasa harus terus mengingatkan pasangan untuk melakukan tugas tertentu, sehingga beban mental atau mental load terasa semakin berat.

Survei ini juga menunjukkan bahwa sebagian ibu merasa seperti “single parent” meski masih memiliki pasangan. Kondisi tersebut muncul ketika tanggung jawab rumah tangga dan pengasuhan lebih banyak dibebankan kepada istri. Akibatnya, perempuan merasa kelelahan secara fisik maupun emosional.

Meski begitu, hasil survei ini tentu tidak bisa digeneralisasi untuk semua keluarga. Setiap pasangan memiliki dinamika yang berbeda. Namun, temuan ini memperlihatkan pentingnya kerja sama yang seimbang dalam rumah tangga agar beban pengasuhan dan pekerjaan domestik tidak hanya ditanggung satu pihak.

Komunikasi yang sehat menjadi salah satu kunci penting untuk mengurangi stres dalam hubungan pernikahan. Pasangan perlu saling mendengarkan, memahami kebutuhan satu sama lain, dan berbagi tanggung jawab secara adil. Dengan begitu, hubungan suami istri dapat terasa lebih suportif dan nyaman dijalani bersama.

Selain itu, penting juga bagi istri maupun suami untuk memiliki waktu istirahat dan ruang bagi diri sendiri. Dukungan emosional dari pasangan dapat membantu menjaga kesehatan mental dan menciptakan suasana keluarga yang lebih harmonis.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BI Longgarkan Aturan Likuiditas, Tambah Insentif Bank Mulai Agustus
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Mahasiswa dan Polisi Saling Dorong saat Demo Jelang Peringatan Hari Reformasi | BERUT
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Rekomendasi Film Indonesia tentang Pekerja Kantoran yang Tayang di Netflix
• 18 jam lalubeautynesia.id
thumb
Prabowo Ungkap Belanda 400 Tahun Kaya Raya Cuma karena Pernah Kuasai R
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tiba di Tanah Suci, Amirul Hajj Gelar Rapat Maraton Matangkan Fase Armuzna
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.