FAJAR, TORAJA — Buntu Pune Night Show Tourism Attraction adalah sebuah program Pertunjukan budaya di malam hari bagi Turis ( Mancanegara ) yang di gagas oleh Komunitas Gellu Toraya dibawah naungan Yayasan Seni Budaya dan Kearifan Lokal Rorre yang bekerja sama dengan Yayasan Tongkonan Buntu Pune.
Berlokasi di Tongkonan Buntu Pune, Toraja Utara, Sulsel, sebagai pelaksana Kegiatan Komunitas Gellu Toraya menampilkan beberapa atraksi tampilan seni budaya untuk mengangkat tampilan seni, budaya dan kearifan lokal Toraja.
Baik yang dikemas dengan kekinian (tari kreasi baru) juga mempertunjukan salah satu akar dari tari tradisional Klasik Toraja , yaitu Tari Pa’ gellu Tua hingga juga kepada tampilan Pertunjukan kolaborasi antara Gellu dan Fashion show.
Beberapa tampilan yang dipertunjukkan adalah ialah Gellu In Fashion (Kolaborasi), Tari kreasi Ma’papangan, Tari Pa’gellu Tua, sampai Tari (Medley) lagu etnic Toraja.
Tak hanya itu, para turis lokal (termasuk turis Mancanegara) mendapatkan jamuan makan malam oleh rumpun keluarga Tongkonan Buntu Pune. Kegiatan ini digelar selama 19-20 Mei 2026.
Founder Komunitas Gellu Toraja, Hesti Yusniati, mengatakan, kegiatan ini bertujuan selain memperlihatkan keunikan adat Toraja, juga menampilkan hal baru.
“Jadi selain keunikan adat Toraja, juga membawa suasana baru yaitu bercengkrama melalui makan minum termasuk obrolan dengan warga lokal,” ucapnya, Rabu, 20 Mei.
Hal ini baginya merupakan langkah tepat yang dikerjakan untuk memperkenalkan adat dan budaya Toraja.
“Kami dan juga pemilik Tongkonan Buntu Pune, memikirkan akan bagaimana membawa pariwisata Toraja ini naik kelas, semoga kegiatan ini semakin banyak ke depan,” tuturnya.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa harapan dari Komunitas Gellu Toraya, para pelaku seni budaya (tari dan lainnya) agar semua stakeholder hadir.
“Jadi tak hanya komunitas dan pelaku seni, termasuk Pemkab Toraja Utara dan Tana Toraja, juga kolaborasi dengan pelaku pariwisata dan tempat wisata atau cagar budaya diharapkan bisa selalu untuk bergandengan tangan berusaha untuk saling membantu mengangkat seni budaya dan kearifan lokal Toraja tanah leluhur demi kebaikan dan kemajuan Toraja di masa datang. Sebab kalau bukan kita Sang Torayan (orang Toraja) siapa lagi yang harus bergerak lebih dahulu,” jelasnya.
Kegiatan ini ditutup Tari Kreasi To Mepare. Di akhir sajian pertunjukan ini para penari mengajak para turis untuk turun menari bersama. (edy)





