TANGERANG, DISWAY.ID - Sebanyak 19 Warga Negara Asing (WNA) diamankan petugas Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang.
Para WNA itu diduga akan melakukan praktik penipuan online berkedok Love Scamming yang berasal dari Kamboja.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang, Hasanin, mengatakan praktik tersebut diduga akan beroperasi di kawasan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.
Ia bilang, 19 WNA tersebut diamankan di dalam sebuah apartemen di wilalyah tersebut, pada Jumat 8 Mei 2026, pukul 22.00 WIB setelah Imigrasi Tangerang menerima informasi intelejen terkait adanya aktiviras mencurigakan dari sekelompok WNA.
"Setelah memperoleh info tersebut, kami melakukan pulbaket dan setelah mendapat informasi A1, kami langsung memberikan respon cepat dengan bergerak menuju target lokasi, serta berkordinasi dengan pihak managemen dan keamanan setempat," kata Hasanin, Rabu, 20 Mei 2026.
BACA JUGA:Indonesia Minta Bantuan Yordania dan Turki Pantau WNI yang Ditahan Israel
Setelah diamankan, ke-19 WNA tersebut ternyata berasal dari berbagai negara. Antara lain 15 orang asal Tiongkok, seorang WN Taiwan, seorang dari. Malaysia, Vietman dan Kamboja.
"Mereka menginap di beberapa unit kamar di apartemen tersebut. Hasil pemeriksaan di lapangan. Diduga ke-19 WNA tersebut terindikasi sebagai sindikat penipuan online, dengan modis Love Scamming yang sebelumnya beroperasi di Kamboja," tuturnya.
BACA JUGA:Menlu Sugiono: Komunikasi dengan 9 WNI yang Ditahan Israel Masih Terbatas
Sementara itu, Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang, Bong Bong Prakoso Napitupulu menguraikan lebih rinci.
Ia mengarakab, bukti dari dugaan akan melakukana Love Scamming tersebut terlihat dari bukti riwayat perjalanan dalam Paspor ke-19 WNA tersebut sebelumnya dari Kamboja.
Serta adanya bukti adanya percakapan Whatsapp Group (WAG), yang mengarah pada praktik penipuan online.
"Lalu, berdasarkan pengecekan pada Database Keimigrasian, sebanyak 16 WNA tersebut diketahui menggunakan Izin Tinggal Kunjungan Pra Investasi," kata Bong Bong.
BACA JUGA:GPCI: Total WNI yang Diculik Israel dalam Misi Global Sumud Flotilla Jadi 7 Orang
Lalu, 2 WNA lainnya menggunanakan Visa on Arrival (VOA), dan seorang WNA lainnya menggunalan fasilitas Bebas Visa Kunjungan.
Bukti Komplotan Asal Kamboja- 1
- 2
- »





