Sampang (beritajatim.com) – Kekhawatiran warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sampang mulai muncul akibat kondisi cuaca yang belum menentu antara musim kemarau dan penghujan.
Pasalnya, cuaca yang sebelumnya terpantau cerah dan berawan, dalam empat hari terakhir justru diguyur hujan deras hampir setiap hari.
Kondisi tersebut membuat para petani tembakau belum berani memulai masa tanam, meski sebagian lahan sawah sudah mulai dibajak.
Salah seorang petani asal Kecamatan Kedungdung, Salamo, mengaku masih waswas dengan kondisi musim saat ini.
Menurutnya, perubahan cuaca yang tiba-tiba dari panas terik menjadi hujan membuat petani kesulitan menentukan waktu tanam yang tepat.
“Kalau langsung tanam takut tiba-tiba hujan m. Sementara tembakau pertumbuhannya tidak bagus kalau musim penghujan,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Berdasarkan prediksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, kondisi cuaca seperti sekarang diperkirakan masih akan terus terjadi karena memasuki masa peralihan musim.
Kepala BPBD Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman mengatakan, puncak musim kemarau diprediksi baru akan terjadi pada Agustus hingga September mendatang.
“Kami akan terus memantau perkembangan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),” terangnya.[sar/aje]




