DPR Sebut Penambahan Layer Baru Cukai Rokok Berisiko Buka Celah Penyalahgunaan

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Alih-alih menambah penerimaan negara dan menekan peredaran rokok ilegal, kebijakan tersebut justru dikhawatirkan membuka celah moral hazard, memperumit sistem.

DPR Sebut Penambahan Layer Baru Cukai Rokok Berisiko Buka Celah Penyalahgunaan

IDXChannel – Rencana pemerintah untuk menambah layer tarif cukai rokok guna mengakomodir pelaku rokok ilegal, dinilai akan menimbulkan persoalan baru dalam tata kelola cukai hasil tembakau (CHT).

Alih-alih menambah penerimaan negara dan menekan peredaran rokok ilegal, kebijakan tersebut justru dikhawatirkan membuka celah moral hazard, memperumit sistem cukai, hingga menciptakan iklim usaha yang tidak sehat.

Baca Juga:
Rencana Legalisasi Rokok Ilegal Berisiko Buka Celah Korupsi Baru

Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino mengatakan, hingga kini belum mendapatkan penjelasan rinci terkait desain layer baru yang diwacanakan pemerintah.

“Kita malah belum tahu akan seperti apa layer baru yang diajukan untuk mengakomodir rokok ilegal,” kata Harris, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga:
Legalisasi Rokok Ilegal Lewat Layer Cukai Lemahkan Pemberantasan Kejahatan Ekonomi

Menurutnya, fokus utama pemerintah seharusnya tetap pada pemberantasan rokok ilegal, bukan membuka skema baru yang justru berpotensi dimanfaatkan pihak tertentu. Ide kita adalah rokok ilegal harus diberantas pokoknya,” tegasnya.

Penambahan layer baru ini direncanakan pemerintah untuk menarik pelaku rokok ilegal masuk ke sistem resmi. Namun, Harris mengingatkan bahwa implementasi kebijakan tersebut tidak sesederhana yang dibayangkan.

“Ide itu mungkin menambah penerimaan CHT, tapi yang harus disadari adalah moral hazard-nya, misalkan, itu kan jumlah rokok ilegal itu banyak kapasitasnya kecil. Misalkan kapasitasnya 100, dia beli cukai 600, yang 500 dijual lagi. Ke siapa? Ke rokok kecil di atasnya. Kan malah menurunkan penerimaan cukai,” katanya.

Potensi praktik jual-beli pita cukai murah antar-produsen kecil ini justru menjadi tantangan. Oleh karena itu, potensi moral hazard seperti ini harus dipikirkan matang sebelum pemerintah memutuskan menambah layer tarif baru.

Dia juga mempertanyakan efektivitas penambahan layer tarif apabila pada akhirnya tidak benar-benar menekan peredaran rokok ilegal dan justru menambah kompleksitas pengawasan di lapangan.

“Jadi tidak akan mereduksi yang ilegal dong. Kalau menurut saya jangan tambah layer lah, kalau moral hazard-nya seperti itu,” katanya.

Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet menilai bahwa asumsi dasar rencana kebijakan tersebut perlu diuji lebih dalam, khususnya terkait perilaku pelaku ilegal yang selama ini beroperasi di luar sistem.

“Asumsinya pelaku ilegal akan masuk ke sistem kalau tarifnya dibuat lebih rendah. Itu tidak otomatis benar. Mereka selama ini hidup dari menghindari pajak dan aturan," katanya.

"Selama risiko ditangkap rendah, insentif untuk tetap ilegal tetap ada, meskipun ada opsi legal yang lebih murah. Jadi ini bukan soal tarif saja, tapi soal penegakan hukum dan kurangnya efek jera, yang justru tidak berubah,” kata dia.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebakaran di Jatinegara Hanguskan 5 Rumah, Diduga Akibat Korsleting
• 7 jam laludetik.com
thumb
Pesawat Hercules se-Asia Akan Penuhi Bandara Kertajati, Efek Manuver Prabowo dan Amerika Serikat
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Aston Villa Juara Liga Europa 2025/26 Usai Tumbangkan Freiburg
• 58 menit lalurepublika.co.id
thumb
Ketika Sahabat Meninggikan Suara di Depan Nabi
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Asal Sassuolo Lakukan 1 Hal Ini, Jay Idzes Dijamin Bisa Gabung Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni Lawan Oman dan Mozambik
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.