Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso mengajak mahasiswa melek atau memahami pentingnya keterkaitan ekonomi dan politik dalam pembangunan bangsa.
Pesan itu disampaikan Cahyo saat menjadi narasumber dalam kegiatan Economic Politic Talk bertema Dinamika Ekonomi dan Politik dalam Kebijakan Publik sebagai Tantangan dan Peluang Generasi Muda yang digelar Hima Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Auditorium Unesa, Rabu (20/5/2026).
“Teman-teman ini memiliki posisi yang sangat strategis sebagai aktor intelektual muda pembangunan bangsa di masa depan. Karena ekonomi adalah salah satu pondasi utama pembangunan bangsa,” kata Cahyo.
Dalam forum yang dihadiri mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut, Cahyo menyampaikan ekonomi menjadi instrumen penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kemandirian bangsa. Menurut dia, generasi muda perlu memahami bahwa pembangunan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari stabilitas politik dan kualitas demokrasi.
“Ekonomi adalah salah satu instrumen kita untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemerdekaan yang utuh bagi masyarakat Indonesia,” ujar Ketua DPC Gerindra Surabaya ini.
Cahyo juga mengingatkan pentingnya literasi politik di kalangan mahasiswa, khususnya di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital. Dia mengatakan mahasiswa harus memiliki kemampuan menyaring informasi dan memahami dinamika politik secara kritis serta objektif.
“Kita menghadapi tantangan besar di era disrupsi teknologi dan derasnya arus informasi. Mahasiswa harus mampu memilah mana peristiwa politik yang baik dan mana yang tidak baik,” tutur politisi muda ini.
Menurut dia, politik tidak hanya dimaknai sebagai agenda pemilu atau perebutan kekuasaan semata. Politik, lanjut Cahyo, merupakan ruang demokrasi untuk menjaga arah pembangunan negara dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Sejatinya politik bukan hanya soal pemilu atau pergantian kepemimpinan. Politik adalah ruang masyarakat menyampaikan gagasan dan menjaga arah pembangunan negara, khususnya sektor ekonomi,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Cahyo juga mengutip pemikiran Presiden pertama RI, Soekarno, tentang pentingnya berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Menurut dia, nilai-nilai tersebut tetap relevan menjadi pijakan generasi muda menghadapi tantangan global saat ini.
“Ekonomi dan politik adalah dua hal yang saling berkaitan. Karena itu harus dijaga dengan karakter yang sesuai nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar,” kata dia.
Dia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika kebijakan publik, tetapi juga aktif memberikan gagasan dan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Cahyo menyebut generasi muda memiliki peran besar dalam menentukan arah Indonesia di masa depan.
“Mahasiswa harus berani hadir membawa solusi, gagasan, dan inovasi untuk masa depan bangsa. Jangan sampai generasi muda hanya menjadi konsumen informasi tanpa ikut menentukan arah perubahan,” pungkasnya.[asg/aje]




