REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Lintas Armada Indonesia (LAI) menyalurkan bantuan ke sejumlah panti di Jakarta pada Rabu (20/5/2026). Penyaluran itu merupakan program rutin perusahaan untuk membantu masyarakat yang kesulitan secara ekonomi.
Owner PT Lintas Armada Indonesia (LAI) Antonius Chandra mengatakan, terdapat empat panti yang menjadi lokasi penyaluran bantuan itu, yaitu dua panti asuhan dan dua panti wreda. Hal itu dilakukan untuk membantu pengelola dalam memenuhi kebutuhan penghuni panti tersebut.
Baca Juga
Pramono Naik Haji, Jakarta Sementara Dipimpin Rano Karno
Pembentukan 750 Yon TP, Gubernur Lemhannas: Sudah Dirancang Kementerian Pertahanan
'Aisyiyah Luncurkan 116 Posbakum di Momen Milad ke-109, Jadi Bagian Dakwah Kemanusiaan
“Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian dan rasa berbagi kepada saudara kami yang kurang beruntung secara ekonomi,” kata dia melalui keterangannya, Rabu.
Ia menilai, penyaluran bantuan itu merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial yang dilakukan perusahaan. Menurut dia, program itu rutin dilakukan setiap dua kali dalam setahun.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Perusahaan kami menunjukkan dedikasi dan cinta terhadap sesama dengan berbagi agar dapat menjadi contoh bagi pengusaha lain ikut berbagi meringankan beban saudara-saudara kita yang kurang beruntung secara ekonomi,” kata dia.
Dalam aksi kali ini bantuan yang diberikan berupa bantuan pangan seperti 410 kilogram beras, telur, minyak, makanan kaleng, dan kebutuhan bumbu dapur. Selain itu, perusahaan juga memberikan bantuan berupa alat kebersihan diri, buku, peralatan sekolah, dan kebutuhan lainnya.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat kepada saudara-saudara kami serta membantu pengelola dalam memenuhi kebutuhan penghuni panti,” kata dia.
Sementara salah satu pengelola panti asuhan penerima manfaat, Nani Suharti Soedarmo, mengaku bersyukur dengan bantuan yang diterima dari Lintas Armada Indonesia. Pasalnya, bantuan untuk panti yang dikelolanya sejak 1998 itu mulai berkurang pada tahun ini.
“Mungkin karena kondisi ekonomi, sehingga bantuan berkurang,” kata dia.
Ia mengatakan panti asuhan ini diisi 50 anak yang terdiri dari anak SD, SMP, dan SMA. Anak-anak itu disebut berasal dari keluarga kurang mampu di wilayah Jakarta.
“Anak-anak di sini semua berasal dari Jakarta, ada yang diantar keluarga. Ada yang enggak punya tempat tinggal, semua kami tampung,” kata dia.