Hal ini diakui langsung oleh Head of Marketing PR & Government Relation, BYD Indonesia
Luther T. Panjaitan saat memberikan keterangan persnya. Ia mengatakan bahwa memang benar mereka memberikan estimasi harga ke jaringan tenaga penjual mereka.
"Namun itu masih indikasi harga awal saja, bukan harga yang nantinya benar-benar akan dijual seperti itu. Namun ini sudah bocor ke publik jadi ya hal itu dengan cepat tersebar. Banyak hal yang akan mempengaruhi harga jual ini nantinya dan pastinya bisa sangat berbeda," ujar Luther.
Ia juga menegaskan bahwa untuk saat ini, BYD Indonesia lebih fokus mengenalkan teknologi terbaru di kendaraan mereka. Walaupu teknologi ini telah mereka kembangkan sejak awal, namun generasi terbaru teknologi Dual Mode yang kian advanced, membuat merek asal Tiongkok ini merasa perlu mengenalkan cara kerja dan efisiensi yang bisa dicapai mobil yang menggunakannya. Baca Juga:
Memprediksi Harga Chery Q, Rp200 Juta Kecil?
"Lantaran semua produk kendaraan di BYD yang menggunakan teknologi DM ini, pastinya disesuaikan dengan kebutuhannya. Misalnya mesin bensinnya memang dibuat khusus, sistem transmisi hingga baterai yang disesuaikan dengan kebutuhan."
Sehingga target efisiensi dan rasa berkendara di mobil yang menggunakannya memang sesuai dengan target. Apalagi teknologi DM di versi DM-i, itu memprioritaskan penggunakan baterai sebagai tenaga penggeraknya.
Sementara buat yang menginginkan performa lebih baik, tetap bisa merasakan performa tinggi melalui bantuan mesin bakar. Mesin ini akan bekerja secara paralel dengan tenaga dari baterai, sehingga pengemudinya bisa memaksimalkan performa mobil tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)





