Kemandirian Energi Ala Prabowo Dikritik IESR, Rentan Tekan APBN dan Pangan

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan beberapa rencana dan usulan untuk kemandirian energi saat berpidato di sidang paripurna DPR. Namun, Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai adanya celah-celah masalah dalam rencana tersebut.

Prabowo mengatakan bahwa pemerintah sedang mempercepat produksi solar dari minyak kelapa sawit alias biodiesel, dan tengah mengkaji bensin dari minyak kelapa sawit. Ini untuk merespons krisis energi di Timur Tengah. 

“Kita juga akan produksi solar dan gas dari batu bara (gasifikasi batu bara), kita juga bisa produksi energi untuk masak dengan sangat murah dari limbah dan batang jagung,” kata Prabowo di Gedung DPR Jakarta, Rabu (20/5).

Direktur Program Transformasi Sistem Energi IESR Deon Arinaldo menjelaskan rencana dan usulan ini memuat risiko ke anggaran negara dan ketahanan pangan. “Usulan Presiden berpotensi menambah biaya energi dan belum tentu menyelesaikan akar persoalan apabila krisis (energi) serupa saat ini terjadi lagi di masa depan,” kata melalui keterangan tertulis, Rabu (20/5).

Deon memahami bahwa maksud pemerintah adalah diversifikasi sumber energi. Tujuannya, untuk mencapai kemandirian energi agar tak melulu bergantung pada komoditas energi fosil yang rentan terpengaruh oleh pasar global.

Problemnya, alternatif yang Presiden sebutkan yaitu sawit lebih mahal dibandingkan energi fosil. Di samping itu, sawit dan batu bara juga tergolong komoditas yang rentan terpengaruh gejolak pasar global. Tak jauh berbeda dengan bahan bakar minyak. Maka itu, alternatif-alternatif ini berisiko membebani anggaran negara. 

Usulan pemanfaatan limbah pertanian untuk bahan bakar juga dinilai berisiko. Sebab, bisa menyebabkan benturan target kemandirian energi dan swasembada pangan.

“Peningkatan permintaan terhadap kelapa sawit dan limbah jagung untuk kebutuhan energi dapat mengancam ketersediaannya bagi produksi minyak goreng dan pakan ternak, yang merupakan kebutuhan penting bagi petani dan masyarakat secara umum,” ucap Deon.

Lantas, apa rekomendasinya? Deon mendorong agar pemerintah fokus pada upaya yang secara sistematis dapat meningkatkan bauran energi terbarukan. Plus, mendorong efisiensi energi melalui elektrifikasi baik pada sektor transportasi maupun kebutuhan industri dan rumah tangga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS dan Iran Saling Lempar Ancaman, Israel Siaga Perang
• 3 jam laludetik.com
thumb
Trump Sebut AS Bergerak Cepat untuk Akhiri Perang dengan Iran
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK Periksa Eks Dirjen Kemenag Hilman Latief Jadi Saksi Kasus Kuota Haji
• 8 jam lalukompas.com
thumb
YUMMY Dukung Atlet Surfing Dhea Natasya, Perempuan Indonesia Pertama yang Lolos ke World Longboard Tour 2026
• 18 jam laluherstory.co.id
thumb
Polda Sumsel Tangkap 49 Tersangka Narkoba Sepanjang Mei, Barang Bukti Rp2,8 M Dimusnahkan
• 10 menit laluokezone.com
Berhasil disimpan.