Wakapolri: Ancaman Terorisme Menyebar di Ruang Digital, Generasi Muda Rentan Terpapar

rctiplus.com
5 jam lalu
Cover Berita
Wakapolri: Ancaman Terorisme Menyebar di Ruang Digital, Generasi Muda Rentan TerpaparNasional | okezone | Rabu, 20 Mei 2026 - 21:40

JAKARTA - Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menegaskan ancaman terorisme dan ekstremisme saat ini telah mengalami perubahan mendasar, dari pola terstruktur menuju jejaring digital yang lebih cair, adaptif, dan sulit dikenali dengan pendekatan konvensional.

Dalam arahannya, Dedi menyebut seluruh strategi penanganan terorisme harus berpijak pada Grand Strategy Polri 2025–2045 dan selaras dengan Renstra Polri 2025–2029 guna memastikan efektivitas dan keberlanjutan kebijakan menghadapi tantangan masa depan.

“Kita sedang menghadapi perubahan besar. Ancaman tidak lagi selalu hadir dalam bentuk organisasi besar yang mudah dipetakan, tetapi berkembang melalui ruang digital, simpatisan lepas, hingga jejaring yang dibentuk oleh algoritma. Karena itu, strategi kita juga harus berubah,” kata Dedi dalam rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Densus 88 Antiteror Polri, Rabu (20/5/2026).

Menurut Dedi, ekstremisme modern kini semakin terfragmentasi, bergerak melalui individu atau kelompok kecil tanpa struktur formal, namun terkonsolidasi melalui paparan digital dan lingkungan sosial.

Baca Juga:Gempa Terkini Guncang Nias Selatan Sumut, Cek Magnitudo dan Pusatnya

Ia menjelaskan ideologi pelaku tidak lagi selalu hadir sebagai doktrin tunggal yang utuh, tetapi berupa fragmen ideologi yang bercampur sesuai kebutuhan psikologis dan sosial individu. Karena itu, pendekatan lama dalam memahami ekstremisme perlu dilengkapi dengan perspektif baru seperti Composite Violent Extremism (CoVE) untuk membaca ancaman yang ambigu dan konvergen.

Selain itu, Dedi mengingatkan ekstremisme saat ini bersifat “glocal”, ketika arus informasi global dapat dengan cepat memengaruhi dinamika sosial lokal melalui media digital.

“Ancaman tidak lagi bisa dipahami secara terpisah antara dimensi global dan lokal. Arus informasi bergerak cepat dan dapat memengaruhi lingkungan sosial dalam waktu singkat,” tegasnya.

Salah satu perhatian utama yang disampaikan Wakapolri adalah meningkatnya kerentanan generasi muda terhadap paparan ekstremisme dan normalisasi kekerasan di ruang digital.

Baca Juga:Dasco Sebut RUU PPRT Jadi Kado Hari Kartini dan May Day

Data Densus 88 AT Polri per 19 Mei 2026 mencatat 115 anak tergabung dalam True Crime Community (TCC) dan 132 anak terpapar radikalisme di berbagai wilayah Indonesia. Menurut Wakapolri, angka tersebut harus dipahami sebagai fenomena gunung es, sehingga pencegahan perlu dilakukan sejak awal sebelum berkembang menjadi ancaman yang lebih besar.

“Kebijakan kontra-ekstremisme yang menyentuh anak harus dibangun dari logika perlindungan dini, bukan logika penindakan dini,” kata Wakapolri.

Ia menegaskan anak perlu dipahami secara bersamaan sebagai korban sekaligus aktor, sehingga pendekatan yang digunakan harus bersifat rehabilitatif, protektif, dan berbasis perlindungan, bukan semata punitif.

Untuk itu, Densus 88 AT Polri diarahkan menggunakan pendekatan ekologi berlapis (socioecological model), yang mengintegrasikan keluarga, sekolah, komunitas, pemerintah, dan ruang digital sebagai sistem perlindungan bersama.

Konsep tersebut diwujudkan melalui pembangunan ekosistem “Rumah Aman menuju Sekolah Aman”, di mana Polri berperan sebagai penghubung koordinasi lintas pihak dalam mendeteksi serta mencegah potensi risiko sejak awal.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saham Bank Besar Menguat usai BI Kerek Suku Bunga 50 Bps
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Perindo Perkuat Struktur di Deli Serdang, Targetkan Konsolidasi hingga Akar Rumput
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Cara Berkurban Diniatkan untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal, Begini Penjelasan Buya Yahya
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Bos BI Ungkap Penyebab Utama Rupiah Melemah dan Dolar AS Ugal-ugalan
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
4 Tentara Hadapi Sidang Tuntutan Kasus Air Keras Andrie Yunus Hari Ini
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.