Harga Suku Cadang Bengkel Naik, Pelanggan Tunda Servis Rutin Jadi Dua Bulan Sekali

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Kenaikan harga suku cadang atau spare part kendaraan bermotor membuat sejumlah pemilik kendaraan terpaksa menunda waktu servis rutin bulanan mereka.

Demi menyiasati pengeluaran yang membengkak, beberapa pelanggan kini memilih untuk menunda jadwal servis rutin kendaraannya menjadi dua bulan sekali.

Strategi ini salah satunya diterapkan oleh Gari (33), seorang pelanggan bengkel di Jakarta Barat yang mengaku sudah mengetahui kabar kenaikan harga oli dan suku cadang melalui berbagai pemberitaan di media massa.

Baca juga: Harga Cabai dan Bawang di Jakarta Melonjak, Rawit Merah Naik Paling Tinggi

"Biasanya sebulan sekali. Mungkin ini karena ada kenaikan-kenaikan, paling servisnya jadi sebulan setengah sekali, atau dua bulan sekali. Ya kayak gitu aja," kata Gari kepada Kompas.com, Rabu (20/5/2026).

Menurut dia, kenaikan harga suku cadang memang tidak terlalu signifikan, tetapi cukup berpengaruh terhadap pengeluarannya.

Ia bahkan mengaku terpaksa tak lagi memberikan uang tip yang biasa ia berikan kepada montir bengkel setelah menyervis motor.

Baca juga: Dollar AS Tembus Rp 17.650, Harga Oli Melonjak 30 Persen

"Ya paling biasanya kan kita suka ngasih uang tip tuh ke montir kalau abis nyervis, Rp 10.000 atau Rp 15.000. Nah ini karena mungkin naik ya, mungkin ngasih tipsnya dikurangin atau ya enggak dikasih tips dulu lah. Yang penting motornya dulu keservis," ucap Gari.

Keluhan serupa juga disanpaikan oleh Rizki (34), karyawan swasta dengan gaji setara Upah Minimum Regional (UMR) ini mengaku kaget saat tagihan servis rutin sepeda motor matiknya melambung tinggi.

"Saya servis tuh kemarin, cuma ganti oli, perbaikan mesin, pembersihan, dan enggak ada spare part yang saya ganti cuma oli karena saya matik oli gardan, oli mesin, terus injection gitu, biasanya Rp 150.000, ini jadi Rp 250.000," keluh Rizki.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp 17.600, DPR Ingatkan Risiko Harga Naik

Menurut dia, untuk servis dengan harga Rp 250.000, sebelumnya sudah cukup untuk mengganti sejumlah suku cadang penting seperti vanbelt dan lainnya.

Namun kini, uang tersebut hanya cukup untuk jasa servis ringan dan ganti oli.

"Saya tanyalah di sana kenapa naik, katanya 'Ya kan semuanya naik Bang dari dolar' kata dia gitu. Nah saya enggak memprediksi sih naiknya sampai segitu tinggi gitu. Lumayan buat kantong-kantong gaji UMR gitu, cukup menguras aja," tuturnya.

Di sisi lain, Tomi (31) seorang pekerja lapangan yang menjadikan kendaraannya sebagai penunjang pekerjaan utama, mengaku enggan menunda servis.

Baca juga: Pedagang Ayam di Pasar Baru Bekasi Keluhkan Harga Naik dan Pembeli Sepi

"Kalau nunda servis sih enggak berani. Motor ini kan ibaratnya 'kaki' buat nyari duit tiap hari. Kalau telat ganti oli terus mesinnya jebol, ongkos turun mesin malah bisa jutaan. Pusing nanti," ujar Tomi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebagai gantinya, Tomi memilih untuk memangkas pengeluaran pribadinya sehari-hari.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Optimis Juara Super League, Persib Siap-siap Pawai Keliling Kota Bandung, Ini Jadwal dan Rutenya!
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Prabowo: Tiap Malam Puluhan Ribu Kapal Bendera Asing Ambil Kekayaan RI!
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Masih Rusak, Warga Polman di Batetangnga Swadaya Perbaiki Jalan
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Indonesia Menuju Negara Berpendapatan Tinggi 2045
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Belanja Subsidi-Kompensasi Tembus Rp 153,1 T per April 2026, Ini Rinciannya
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.