Menbud Fadli Zon Akan Pastikan Status Rumah Sardjito

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa pihaknya akan memastikan status bangunan hingga informasi lainnya terkait rumah peninggalan Pahlawan Nasional Indonesia Prof.Dr. Sardjito di Terban, Yogyakarta yang dijual oleh pihak keluarga.

“Karena itu milik pribadi tentu kita tidak mempunyai kewenangan kecuali itu cagar budaya, kita berharap mungkin ada yang tertarik untuk memilikinya terutama sehingga menjadikan itu misalnya ruang publik seperti museum dan semacam itu coba nanti akan kita lihat,” kata Fadli dalam wawancara cegat di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Rumah Prof Sardjito Dijual, UGM Upayakan Pemanfaatan untuk Kegiatan Akademik dan Sosial

Fadli mengakui bahwa pihaknya belum menerima informasi secara lengkap terkait kabar tersebut.

“Nanti akan kita cek dulu ya kita belum dapat informasi yang utuh,” katanya.

Baca juga: Kisah Rumah Pahlawan Nasional dr Sardjito Dijual, Ada 5 Lemari yang Belum Pernah Dibuka Sejak Lama

Sebelumnya, dikabarkan bahwa pihak keluarga pahlawan nasional sekaligus rektor pertama Universitas Gadjah Mada yakni Prof.Dr.Sardjito menjual rumah peninggalan yang berada di Jalan Cik Di Tirto, Terban, Yogyakarta.

Adapun rumah dengan arsitektur jengki itu diketahui berlokasi tidak jauh dari kampus UGM serta memiliki koleksi yang bersejarah milik sang pahlawan nasional.

Diketahui selain mebel atau furnitur, juga tersimpan buku-buku hingga koleksi keris yang tersimpan rapi di dalam rumah yang memiliki luas tanah 1.206 meter persegi dengan luas bangunan 800 meter persegi.

Kemudian pada bagian belakang rumah juga terdapat kantor yang merupakan kantor obat tradisional temuan Sardjito yakni Calcusol.

Sardjito merupakan pria kelahiran di Desa Purwodadi Kabupaten Magetan, Madiun Jawa Timur, 13 Agustus 1891, itu merupakan salah satu pendiri sekaligus rektor pertama Universitas Gadjah Mada pada1950-1961.

Baca juga: Rumah Pahlawan Nasional dr. Sardjito Dijual, Wali Kota Jogja Cari Cara Selamatkan Aset Bersejarah

Sardjito yang namanya diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) di Yogyakarta itu berjasa bagi bangsa Indonesia lewat kiprahnya dalam peperangan dengan membantu pengobatan darurat bagi para gerilyawan pada masa penjajahan.

Sardjito juga merupakan salah satu tokoh pendiri Palang Merah Indonesia (PMI) dan tokoh farmasi. Ia adalah tokoh pembuat obat tradisional dan modern.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia mendapat amanat pemerintah Indonesia untuk mengambil alih Institut Pasteur yang merupakan bentukan Belanda dan menjadi Kepala Palang Merah Indonesia (PMI) Bandung.

Didirikan pada 9 September 1945, PMI itu merupakan yang pertama didirikan di Indonesi

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fedi Nuril Berduka, Sang Ibu Gusmawati Tutup Usia
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Stok Hewan Kurban Aceh Timur Capai 2.428 Ekor
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pakar Hukum Pidana Romli Atmasasmita Bantah Tak Independen dalam Kasus Chromebook
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Raisa dan Yura Yunita Ramaikan Pagelaran Sabang Merauke, Tiket Dijual 21 Mei
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Dedi Mulyadi Borong Dagangan Pedagang Kaki Lima hingga Rp1 Juta, lalu Tawarkan Pekerjaan Bergaji Setara UMK
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.