REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan makanan siap santap atau Ready to Eat (RTE) yang disediakan untuk calon jamaah haji pada puncak haji praktis. RTE dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu dimasak atau dipanaskan terlebih dahulu.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj Jaenal Effendi mengatakan kepraktisan tersebut dirancang khusus untuk memudahkan kegiatan jamaah calon haji selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Baca Juga
Pesan Terakhir Penjaga Masjid San Diego yang Gugur Terbunuh, Inginkan Kematian Husnul Khatimah
Arahan RI 1, Purbaya Pangkas Program MBG Rp 67 Triliun
Jamaah Haji RI akan Lontar Jumrah Lewat Jamarat Lantai Tiga
"Ini sudah bisa langsung dibuka dan dimakan. Tidak perlu dipanaskan," ujar dia di Makkah, Rabu (20/5/2026).
Kemasan makanan tersebut juga didesain fungsional sehingga dapat langsung dijadikan wadah makan. Untuk mengantisipasi kebingungan di lapangan, petugas haji akan disiagakan guna memberikan edukasi.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Khawatirnya ada calon jamaah haji yang tidak terbiasa makan makanan RTE ini. Nanti ada petugas yang menyampaikan bahwa ini tinggal dibuka, digunting, lalu langsung dimakan," kata dia.