SIG Pangkas Entitas Usaha dari 40 Menjadi 12 untuk Perkuat Struktur Bisnis

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara mengawal transformasi Semen Indonesia Group atau SIG melalui program streamlining untuk memperkuat struktur bisnis perusahaan dan meningkatkan efisiensi usaha di tengah dinamika industri semen global.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan transformasi dan perampingan BUMN menjadi langkah penting untuk menciptakan perusahaan negara yang lebih sehat dan kompetitif.

“Transformasi BUMN harus diarahkan agar struktur bisnis menjadi lebih efisien dan fokus pada core business,” ungkap Dony Oskaria dalam rapat bersama jajaran direksi SIG.

Pertemuan yang dipimpin Dony Oskaria bersama Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf tersebut membahas perkembangan program streamlining SIG yang telah memasuki fase eksekusi pada kuartal II tahun 2026.

SIG Jalankan Konsolidasi Besar-Besaran

SIG saat ini mempercepat transformasi korporasi melalui program perampingan entitas usaha secara besar-besaran untuk meningkatkan efisiensi dan mempertajam fokus bisnis pada lini usaha strategis.

Dalam proses transformasi tersebut, jumlah entitas usaha SIG dirampingkan dari 40 perusahaan menjadi 12 entitas utama.

Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan struktur usaha yang lebih ramping, efektif, dan mampu mendukung pengambilan keputusan bisnis secara lebih cepat dan terukur.

Program transformasi SIG mencakup berbagai agenda strategis seperti merger entitas distribusi dan building materials.

SIG juga melakukan konsolidasi sektor logistik untuk memperkuat integrasi bisnis perusahaan.

Selain itu, kawasan industri milik perusahaan akan diintegrasikan ke dalam ekosistem Danantara sebagai bagian dari penguatan sinergi bisnis BUMN.

SIG turut menjalankan divestasi dan likuidasi terhadap sejumlah entitas yang dinilai non-strategis.

Transformasi Dilakukan Secara Transparan dan Prudent

Dony Oskaria menyatakan transformasi BUMN tidak hanya ditujukan untuk efisiensi usaha, tetapi juga meningkatkan nilai tambah bagi negara dan masyarakat.

SIG menegaskan seluruh tahapan transformasi dilakukan secara prudent dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance.

Perusahaan terus berkoordinasi dengan advisor independen dan auditor Kantor Akuntan Publik atau KAP dalam menjalankan proses transformasi tersebut.

SIG juga melaksanakan proses due diligence untuk memastikan seluruh langkah strategis berjalan secara transparan dan akuntabel.

Melalui transformasi tersebut, SIG diharapkan semakin siap menghadapi tantangan industri konstruksi dan infrastruktur nasional pada masa mendatang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apa yang Dimaksud KEM-PPKF? Simak Penjelasannya
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Waka DPR Sorot Pidato KEM-PPKF Prabowo: Kesungguhan Pemerintah Bangun Ekonomi RI
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Ngaku Main Serong 5 Kali, Dede Sunandar Blak-blakan Ungkap Identitas Pelakor: Selingkuh Sama....
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Fenomena Hubungan Gelap Politikus, Simbol Krisis Moral karena Kuasa
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Promo Spesial DIGI Bank bjb, Bayar Pajak Kendaraan Bisa Dapat Cashback
• 9 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.