JAKARTA, KOMPAS.TV- Salah satu emiten tata ruang premium di Bursa Efek Indonesia, berkode saham LFLO, menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang 2025. Mereka melaporkan kenaikan laba bersih signifikan hingga menembus Rp20,3 miliar atau tumbuh lebih dari 31 persen dibanding tahun sebelumnya.
Peningkatan kinerja tersebut dinilai tidak lepas dari strategi pengembangan bisnis yang mengandalkan ekosistem ritel terintegrasi, ekspansi jaringan showroom, serta penguatan pasar proyek properti kelas atas.
Erlangga Ksatria selaku Direkur Utama PT Imago Mulia Persada Tbk menyebut, strategi pengembangan vertikal menjadi kunci utama pertumbuhan. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mengelola perjalanan pelanggan dari segmen hunian awal hingga pasar premium secara berkelanjutan.
Baca Juga: IFEX 2026 Digelar 5-8 Maret, Etalase Furnitur Indonesia untuk Pasar Global
“Kami melihat kebutuhan konsumen berkembang seiring fase kehidupan. Karena itu, pendekatan layanan dan kurasi desain dirancang untuk mengikuti perubahan tersebut,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.tv, Rabu (20/5/2026).
Pertumbuhan penjualan didorong sinergi antarunit bisnis yang membentuk ekosistem tata ruang menyeluruh. Pendekatan ini menempatkan pelanggan sebagai pusat inovasi, sekaligus memperluas basis data konsumen dan meningkatkan peluang penjualan berulang.
Sepanjang 2025, perusahaan juga memperluas kehadiran fisik melalui pembukaan showroom baru di kawasan premium Jakarta serta optimalisasi ruang ritel di pusat bisnis. Dari sisi operasional, digitalisasi sistem logistik dilakukan untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan layanan pelanggan.
Menurutnya, langkah ekspansi ini dinilai penting untuk memperkuat posisi di pasar furnitur premium yang diproyeksikan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Selain pasar ritel, lanjut dia, perusahaan memperkuat penetrasi ke segmen proyek properti dan korporasi (B2B). Strategi ini dilakukan dengan memperluas portofolio produk global serta meningkatkan kolaborasi dengan pengembang properti kelas atas.
Baca Juga: Chandra Karya Kembali Gelar Bazaar dan Lelang Furniture Mulai Rp 1
Ia menjelaskan kombinasi pasar ritel dan proyek diyakini mampu menciptakan sumber pendapatan yang lebih stabil dalam jangka panjang. Hasil laba bersih tahun buku 2025 pun diputuskan untuk dialokasikan sebagai laba ditahan guna mendukung ekspansi lanjutan.
Penulis : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- furnitur
- laba bersih
- premium
- ekosistem ritel
- ekspansi showroom
- berkelanjutan





