jpnn.com, JAKARTA - Pembangunan lumbung pangan atau food estate di Wanam, Merauke, Papua Selatan sangat penting dan strategis untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Peneliti Indikator Politik Bawono Kumoro menekankan pembangunan food estate di Wanam sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sangat penting di masa depan.
BACA JUGA: Dermaga Logistik PSN Wanam Ditargetkan Beroperasi Maret 2026
“Tentu harus tetap dilanjutkan. Jangan justru terhenti ketika ada upaya dari kalangan tertentu yang mencoba menggagalkan program ini,” kata Bawono, Rabu (20/5).
Bawono menilai ada pihak-pihak tertentu yang berupaya menghambat pembangunan sektor ketahanan pangan dengan program satu juta hektare cetak sawah di Wanam.
BACA JUGA: Pembangunan Infrastruktur PSN Wanama Terus Dikebut di Tengah Kendala Cuaca
“Termasuk dengan pembuatan film Pesta Babi," jelas Bawono.
Lebih lanjut dia juga menegaskan, proyek lumbung pangan di Wanam bakal dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang.
BACA JUGA: Panen Raya Lumbung Pangan Dorong Kesejahteraan Petani
“Mungkin di masa jangka pendek atau jangka menengah ini belum bisa terlihat secara jelas buah dari program ketahanan pangan ini, tapi di masa jangka panjang, di masa depan tentu akan memiliki nilai strategis program tersebut. Karena itu harus tetap dilanjutkan oleh pemerintah," ujar Bawono.
Progres Signifikan
Sebagai informasi, PSN Wanam di Papua Selatan menunjukkan progres signifikan dengan sejumlah fasilitas utama telah rampung 100 persen.
Kehadiran proyek tersebut telah membawa harapan baru bagi masyarakat lokal, terutama dalam mendorong kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di wilayah setempat.
Salah satu warga Papua mengaku bersyukur atas pembangunan yang kini menjangkau hingga ke kampung dan dusun mereka.
Menurutnya, manfaat proyek tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.
“Kami harus bersyukur karena kapan lagi kami harus bisa menerima itu? Bukan karena kita saja yang bisa menikmati, tapi sampai kami punya anak-cucu,” kata salah seorang warga Tarsan Balagaize, Kamis (14/5).
Ia menilai program pembangunan dari pemerintah pusat akan membuka peluang kehidupan masyarakat lokal menjadi lebih baik dan makmur.
“Kalau memang sudah ada program ini dari pemerintah pusat berarti kita punya kehidupan masyarakat lokal di sini mungkin sudah akan jadi lebih makmur,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, warga setempat juga menyampaikan apresiasi karena pembangunan kini menjangkau kawasan yang sebelumnya belum tersentuh infrastruktur.
“Masyarakat menerima penuh pembangunan PSN Wanam tersebut. Jadi kami sangat berterima kasih dan kami menerima dengan 100 persen program pembangunan ini,” tuturnya.
Pusat Cadangan Pangan Nasional
Berdasarkan info yang dikumpulkan, progres pembangunan sejumlah fasilitas penunjang di kawasan PSN Wanam hampir seluruhnya selesai.
Area jetty multipurpose dan solar cell disebut telah mencapai progres 100 persen.
Selain itu, pembangunan tangki HSD berkapasitas 5.000 metrik ton telah mencapai 97 persen, sedangkan warehouse multipurpose mencapai 88 persen.
Untuk HSD tank kapasitas 5.000 meter per ton sudah menyetok 97 persen. Berikut juga dengan warehouse multipurpose sudah mencapai 88 persen, dan disusul solar cell sudah 100 persen.
Wanam kini diproyeksikan menjadi pusat Cadangan Pangan Nasional melalui program cetak sawah baru yang ambisius seluas 1 juta hektare.
PSN yang didanai dan dikerjakan oleh Jhonlin Group ini bukan sekadar membuka lahan pertanian, melainkan membangun ekosistem kehidupan baru yang mencakup jaringan irigasi, industri biodiesel, hingga penguatan pertahanan negara. (dil/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif




