VIVA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur (Jatim) yang membidangi Cukai Non Tembakau, Industri Hasil Tembakau (IHT), dan Hubungan Antar Lembaga melakukan pertemuan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Rabu pekan lalu.
Pertemuan tersebut membahas kondisi industri rokok elektrik atau vape di Indonesia serta langkah strategis merespons wacana pelarangan total peredaran vape.
“Dalam pertemuan ini disepakati bahwa industri akan memperkuat kajian ilmiah dan data lapangan untuk menyampaikan keberatan formal kepada para pemangku kebijakan,” dikutip dari akun Instagram resmi Kadin Jatim, Rabu 20 Mei 2026.
Kadin Jatim menyebut langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas keresahan pelaku industri vape terkait wacana pelarangan total rokok elektrik.
Sebelumnya, pelaku industri menyampaikan penolakan terhadap usulan pelarangan vape dan rencana memasukkan produk tersebut dalam revisi Undang-Undang Narkotika dan Psikotropika yang tengah dibahas Komisi III DPR RI.
Menurut pelaku industri, kebijakan pelarangan total dikhawatirkan berdampak pada keberlangsungan industri vape legal yang banyak digerakkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain itu, mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi lapangan kerja.
Dalam pertemuan itu, Kadin Jatim juga mendorong upaya perbaikan regulasi guna mencegah penyalahgunaan vape sebagai media narkotika oleh sindikat ilegal.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Pusat Laboratorium Narkotika BNN Supiyanto menyatakan pihaknya tidak menemukan kandungan narkotika dalam produk vape legal yang dijual resmi di pasaran.
BNN meminta industri legal memperkuat sistem mitigasi dan pengawasan produk sesuai standar regulasi yang berlaku. Sementara itu, Kadin Jatim menyatakan komitmennya menjaga keberlangsungan industri tanpa penyalahgunaan demi melindungi iklim usaha dan keselamatan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Kadin Jatim bersama BNN dan asosiasi terkait akan melakukan koordinasi lanjutan guna memastikan keberlangsungan operasional industri dan lapangan kerja di Jawa Timur.





