Muktamar NU Diingatkan untuk Tak Banyak Dicampuri Politik Kekuasaan

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Nahdatul Ulama (NU) bakal menggelar Muktamar ke-35 sekaligus kontestasi memilih pemimpin barunya yang terjadwal pada Agustus 2026 nanti.

Kontestasi kepemimpinan dari organisasi masyarakat (ormas) keagamaan pun kini mulai memanas dengan bermunculan nama-nama kandidat calon pemimpin.

Tokoh muda NU, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur pun ikut menyoroti dinamika kontestasi kepemimpinan yang dinilai telah dicampuri politik kekuasaan.

Tokoh muda NU, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur
Sumber :
  • Istimewa

"Ada satu hal yang akhir-akhir ini terasa mengganggu, bayang-bayang kekuasaan negara yang terlalu jauh masuk ke dalam rumah NU," kata Gus Lilur kepada awak media, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Gus Lilur menilai dinamika dalam kontestasi kepemimpinan turut diwarnai dengan percakapan akan restu mengenai sosok yang dekat dengan penguasa maupun presiden.

Ia menilai dinamika tersebut merupakan cara berpikir yang melupakan historis pendirian NU maupun negara.

"Sebab NU bukan organisasi yang lahir dari rahim kekuasaan negara. Justru negara ini berdiri karena jasa para ulama NU. Karena itu saya merasa prihatin ketika hari ini muncul gejala campur tangan kekuasaan dalam dinamika Muktamar NU," jelasnya.

Gus Ilur menyebut NU bukan ormas biasa yang bisa diperlakukan sebagai alat politik kekuasaan. 

Ia menegaskan NU adalah pilar yang membuat republik ini berdiri dan tetap bertahan sampai hari ini.

"Tidak elok jika penguasa bermain terlalu jauh dalam suksesi organisasi ulama. Dan tidak beretika jika aparat negara ikut menentukan arah Muktamar. Tetapi saya percaya Presiden Prabowo adalah seorang negarawan. Dan seorang negarawan sejati akan memilih menjaga jarak dengan dinamika internal NU," ujar Gus Lilur.

"NU boleh dekat dengan negara, tetapi tidak boleh larut menjadi bagian dari kepentingan kekuasaan sesaat. NU harus tetap menjadi penjaga moral republik," pungkasnya.(raa)

 

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wakapolri Sebut Terorisme Kini Bergerak Lewat Jejaring yang Sulit Dideteksi
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Di Depan DPR, Prabowo Janjikan Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Bupati Daeng Manye Tekankan Penerimaan SPMB Tahun ini Harus Terbuka Adil dan Transparan
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Detik-detik Mencekam 4 Jurnalis Indonesia Diculik Israel, Video SOS Jadi Kontak Terakhir
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Harga Emas Antam Turun ke Rp2,76 Juta per Gram, Buyback Ikut Melemah
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.