Grid.ID - Terungkap detik-detik mencekam relawan dan 4 jurnalis Indonesia diculik Israel di perairan internasional dekat Siprus. Mereka tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina.
Empat orang jurnalis ditangkap oleh tentara Israel saat berlayar di laut lepas Mediterania dalam upaya menembus blokade Gaza. Keempat jurnalis yang diculik antara lain adalah Thoudy Badai, jurnalis Republika; Rahendro Herubowo, jurnalis dari iNews; Andre Prasetyo Nugroho, jurnalis dari TV Tempo dan Bambang Noroyono alias Abeng, jurnalis Republika.
Video detik-detik mencekam penangkapan WNI oleh tentara Israel ini viral di media sosial. Kapal yang mengangkut para relawan kemanusiaan tersebut dikepung oleh kapal perang Angkatan Laut Israel di perairan internasional, sekitar 250 mil laut dari Gaza.
Sebelum relawan dan 4 jurnalis Indonesia diculik Israel, terekam detik-detik mencekam saat pasukan komando Israel dengan perlengkapan taktis, menyerbu kapal yang mereka tumpangi. Dalam video yang diunggah akun Instagram @lisiproenca, puluhan tentara Israel tampak menaiki kapal dalam misi kemanusiaan tersebut.
Awalnya tentara Israel datang dengan mengacungkan senjata api laras panjang. Mereka kemudian satu persatu naik ke atas kapal yang ditumpangi para WNI.
Sembari menodongkan senjata, tentara Israel memaksa para relawan untuk menuruti perintah mereka. Seorang pria bertopi terlihat pasrah saat digiring oleh tentara Israel untuk pindah ke kapal mereka dengan ditodong senjata.
Setelah menculik semua orang di dalam kapal, tentara Israel pun pergi meninggalkan kapal begitu saja. Kapal yang berisi bantuan kemanusiaan tersebut dibiarkan nyaris tenggelam oleh tentara Israel.
Dikutip dari TribunnewsBogor.com, berdasarkan data dari Kementerian Luar Negeri Indonesia, beberapa nama kapal yang teridentifikasi mengalami intersepsi antara lain adalah kapal Amanda, Barbaros, Blue Toys, dan Josef.
Video SOS
Sebelum empat jurnalis Indonesia diculik Israel, mereka sempat membuat video yang berisi sinyal darurat internasional atau SOS. Video SOS dibuat oleh jurnalis Republika dan Tempo, yakni Abeng, Thoudy Badai, dan Andre Prasetyo Nugroho.
Mereka membuat video tersebut tepat sebelum penculikan terjadi, yakni saat kapal mereka dikepung oleh kapal perang Israel. Dalam pesannya, Thoudy berharap agar pemerintah Indonesia dapat membebaskannya bersama WNI lainnya yang diculik Israel.
"Saya warga negara Indonesia, saya partisipan dari Global Sumud Flotilla. Apabila video ini sudah ada di tangan anda artinya saya sudah diculik oleh tentara pejajah zionis Israel," katanya di video.
"Tolong kabarkan kepada pemerintah Indonesia, segera bebaskan saya segera bebaskan warga Indonesia lainnya dan tetap dukung dan suarakan terus kemerdekaan untuk Palestina," kata Thoudy.
Di dalam video tersebut, Thoudy terlihat mengenakan kaus hitam bergambar semangka. Ia menyampaikan pesannya sambil memegang paspor.
Sementara itu, pesan serupa juga disampaikan oleh Andre Prasetyo Nugroho. Jurnalis Tempo itu mengatakan bahwa ia ditangkap oleh zionis Israel dan meminta kepada Presiden Prabowo Subianto untuk terus mendukung gerakan Global Sumud Flotilla dan tetap memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
"Halo semuanya, saya Andre Nugroho, saya dari Indonesia, saya adalah seorang jurnalis. Apabila kawan-kawan sudah menonton video ini tandanya saya telah ditangkap oleh rezim zionis Israel," katanya.
"Saya juga meminta kepada Presiden Pak Prabowo Subianto untuk terus mendukung upaya-upaya gerakan seperti gerakan Global Sumud Flotilla dan tetap berpihak kepada sisi kemanusiaan dan tetap memperjuangkan isu-isu kemerdekaan Palestina," lanjutnya.
Video SOS yang disampaikan oleh jurnalis Indonesia tersebut menjadi kontak terakhir mereka sebelum diculik Israel. Selain 4 jurnalis Indonesia, 5 orang WNI lainnya yang diculik Israel juga telah mengirim pesan darurat (SOS) berupa video berisi pernyataan bahwa mereka telah ditangkap.
Hingga saat ini, kondisi para relawan kemanusiaan yang diculik belum diketahui lantaran belum bisa dihubungi.
Upaya Pemerintah Indonesia
Kementerian Luar Negeri RI mengungkapkan beberapa langkah atau upaya yang dilakukan Pemerintah untuk menyelamatkan sembilan WNI yang diculik Israel dalam misi kemanusiaan. Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang menyebut akan memaksimalkan jalur diplomatik.
"Seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran akan terus dimaksimalkan guna memastikan pelindungan penuh bagi para WNI dan mereka dapat kembali dengan selamat," kata Yvonne Mewengkang dalam keterangan resmi, dikutip dari Kompas.com, Rabu (20/5/2026).
Diketahui bahwa dari sembilan WNI yang ditangkap, empat di antaranya adalah jurnalis dan lima lainnya adalah aktivis yang tengah menjalankan misi kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla 2.0.
Berikut 9 daftar WNI yang diculik Israel berdasarkan data dari Global Peace Convoy Indonesia.
1. Andi Angga Prasadewa di Kapal Josef
2. Rahendro Herubowo di Kapal Ozgurluk
3. Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk
4. Thoudy Badai di Kapal Ozgurluk
5. Bambang Noroyono (Abeng) di Kapal BoraLize
6. Herman Budianto Sudarsono di Kapal Zapyro
7. Ronggo Wirasanu di Kapal Zapyro
8. Asad Aras Muhammad di Kapal Kasr-1
9. Hendro Prasetyo di Kapal Kasr-1
Pihak Kementerian Luar Negeri RI bersama Perwakilan RI pun menyatakan terus melakukan pendekatan dengan otoritas setempat untuk memastikan keamanan 9 WNI tersebut.
"Kementerian Luar Negeri bersama Perwakilan RI terus melakukan pendekatan intensif dengan otoritas setempat dan seluruh pihak terkait untuk memastikan pelindungan ke-9 WNI tersebut," lanjut Yvonne.
Lebih lanjut, Kemlu juga menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia mendesak Pemerintah Israel untuk membebaskan seluruh relawan misi kemanusiaan yang kini ditahan, termasuk 4 jurnalis Indonesia yang diculik Israel. (*)
Artikel Asli




