Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menargetkan produksi atau lifting minyak bumi meningkat pada 2027 seiring dengan upaya menjaga ketahanan energi nasional.
Target itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pemaparan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 di Rapat Paripurna DPR, Rabu (20/5/2026).
Prabowo menjelaskan bahwa RI menetapkan target lifting minyak pada kisaran 602.000 hingga 615.000 barel per hari (bph). Angka itu lebih tinggi dari proyeksi 610.000 bph yang ditetapkan Pemerintah RI dalam APBN 2026.
“Lifting minyak bumi ditargetkan mencapai 602.000 hingga 615.000 barel per hari,” ujar Prabowo.
Pada saat yang sama, Prabowo mengungkapkan bahwa Pemerintah RI menargetkan lifting gas sebesar 934.000 hingga 977.000 barel setara minyak per hari untuk periode 2027. Angka tersebut turun dari 984.000 barel setara minyak per hari yang ditetapkan dalam asumsi makro APBN 2026.
Adapun, Pemerintah RI memperkirakan harga minyak mentah Indonesia berada pada level US$70 hingga US$95 per barel pada tahun depan.
Baca Juga
- Prabowo Patok Lifting Minyak 602.000-615.000 Barel per Hari pada 2027
- Bahlil Pede RI Bisa Kejar Target Lifting Minyak 1 Juta Barel, Simak Strateginya
- Bahlil Ungkap Strategi Hadapi Krisis Energi: Genjot Lifting, Implementasi B50 & E20
Berdasarkan catatan Bisnis, target lifting minyak dalam APBN 2020 ditetapkan sebesar 705.000 bph. Adapun, realisasi lifting minyak pada tahun tersebut mencapai 707.000 bph atau 100,1% dari target.
Selanjutnya, target lifting minyak pada APBN 2021 tetap dipatok sebesar 705.000 bph. Namun, realisasinya turun menjadi 658.000 bph atau hanya 94% dari target.
Pada 2022, target lifting minyak sedikit turun menjadi 703.000 bph. Akan tetapi, realisasinya kembali meleset dan hanya mencapai 612.300 bph atau 87% dari target.
Kemudian, target lifting minyak dalam APBN 2023 kembali diturunkan menjadi 660.000 bph. Sementara itu, realisasi lifting minyak tercatat sebesar 605.500 bph atau 91,7% dari target.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, target lifting minyak pada 2024 kembali turun menjadi 635.000 bph. Adapun, realisasi lifting minyak pada tahun tersebut tercatat sebesar 579.700 bph atau 91,3% dari target.
Kemudian, Kementerian ESDM melaporkan lifting minyak bumi sepanjang 2025 mencapai rata-rata 605.300 bph atau setara 100,05% dari target APBN.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut capaian tersebut menjadi kenaikan lifting minyak pertama dalam 9 tahun terakhir.
“Target lifting kita, alhamdulillah mencapai target, bahkan melampaui sekalipun ini sedikit,” ujar Bahlil dalam konferensi pers capaian kinerja sektor ESDM 2025, pada awal Januari 2026.





