VIVA – Para aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 yang dicegat oleh Angkatan Laut Israel kini ditahan di sebuah pelabuhan di Israel. Para aktivis tersebut nanti akan dipindahkan ke penjara, demikian pernyataan dari kelompok hak asasi Israel dan penyelenggara Global Sumud Flotila.
Seperti diketahui, para aktivisi dari berbagai negara itu diketahui mencoba mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza yang hancur akibat perang. Namun pada awal pekan ini kapal-kapal tersebut dicegat oleh militer Israel.
Melansir laman Daily Sabah, Kamis 21 Mei 2026, dalam rekaman video menunjukkan pasukan Israel melepaskan tembakan ke setidaknya dua kapal armada bantuan pada Selasa. Israel mengklaim tembakan tersebut hanya berupa tembakan peringatan.
Pihak penyelenggara menyebut tujuan mereka adalah menembus blokade Israel terhadap Gaza dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan. Menurut lembaga bantuan internasional, pasokan bantuan di Gaza masih sangat terbatas meski sudah ada gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dalam perang Israel di wilayah Palestina itu sejak Oktober 2025, yang juga mencakup jaminan peningkatan distribusi bantuan.
Para aktivis dalam misi serupa sebelumnya yang dicegat Israel diketahui sempat ditahan sebelum akhirnya dideportasi.
Kapal-kapal armada itu berlayar untuk ketiga kalinya pada Kamis dari wilayah selatan Türkiye.
Dibawa ke Penjara di Israel
Israel menyebut seluruh 430 aktivis yang berada di kapal armada tersebut telah dipindahkan ke kapal milik Israel dan akan diizinkan bertemu perwakilan konsuler negara masing-masing setelah tiba di Israel. Penyelenggara armada mengatakan para peserta berasal dari 40 negara dengan total 50 kapal.
Kementerian Luar Negeri Israel menulis di platform X pada Senin bahwa mereka tidak akan membiarkan adanya pelanggaran terhadap blokade laut yang sah di Gaza.
Kelompok hak asasi Israel, Adalah, mengatakan dalam pernyataannya bahwa para aktivis ditahan di pelabuhan Ashdod dan dibawa ke Israel tanpa persetujuan mereka saat pengacara Adalah masuk untuk melakukan konsultasi hukum.
Penyelenggara armada juga menyebut para aktivis akan dipindahkan ke Penjara Ketziot di Gurun Negev, Israel selatan. Mereka menambahkan pengacara dari Adalah belum bisa menemui para aktivis hingga mereka tiba di Ketziot.





