430 Aktivis Sumud Flotilla yang Ditangkap Senin Kemarin Dibawa ke Israel

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Para aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 yang dicegat oleh Angkatan Laut Israel kini ditahan di sebuah pelabuhan di Israel. Para aktivis tersebut nanti akan dipindahkan ke penjara, demikian pernyataan dari kelompok hak asasi Israel dan penyelenggara Global Sumud Flotila.

Seperti diketahui, para aktivisi dari berbagai negara itu diketahui mencoba mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza yang hancur akibat perang. Namun pada awal pekan ini kapal-kapal tersebut dicegat oleh militer Israel. 

Baca Juga :
Menlu Sugiono: 9 WNI Ditangkap Israel Itu Bukan Kasus Penculikan
9 WNI Ditangkap Israel, Pemerintah Minta Bantuan ke Yordania dan Turki

Melansir laman Daily Sabah, Kamis 21 Mei 2026, dalam rekaman video menunjukkan pasukan Israel melepaskan tembakan ke setidaknya dua kapal armada bantuan pada Selasa. Israel mengklaim tembakan tersebut hanya berupa tembakan peringatan.

Pihak penyelenggara menyebut tujuan mereka adalah menembus blokade Israel terhadap Gaza dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan. Menurut lembaga bantuan internasional, pasokan bantuan di Gaza masih sangat terbatas meski sudah ada gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dalam perang Israel di wilayah Palestina itu sejak Oktober 2025, yang juga mencakup jaminan peningkatan distribusi bantuan.

Para aktivis dalam misi serupa sebelumnya yang dicegat Israel diketahui sempat ditahan sebelum akhirnya dideportasi.

Kapal-kapal armada itu berlayar untuk ketiga kalinya pada Kamis dari wilayah selatan Türkiye.

Dibawa ke Penjara di Israel

Israel menyebut seluruh 430 aktivis yang berada di kapal armada tersebut telah dipindahkan ke kapal milik Israel dan akan diizinkan bertemu perwakilan konsuler negara masing-masing setelah tiba di Israel. Penyelenggara armada mengatakan para peserta berasal dari 40 negara dengan total 50 kapal.

Kementerian Luar Negeri Israel menulis di platform X pada Senin bahwa mereka tidak akan membiarkan adanya pelanggaran terhadap blokade laut yang sah di Gaza.

Kelompok hak asasi Israel, Adalah, mengatakan dalam pernyataannya bahwa para aktivis ditahan di pelabuhan Ashdod dan dibawa ke Israel tanpa persetujuan mereka saat pengacara Adalah masuk untuk melakukan konsultasi hukum.

Penyelenggara armada juga menyebut para aktivis akan dipindahkan ke Penjara Ketziot di Gurun Negev, Israel selatan. Mereka menambahkan pengacara dari Adalah belum bisa menemui para aktivis hingga mereka tiba di Ketziot.

Baca Juga :
Dituding Pro Hamas, Departemen Keuangan AS Sanksi 4 Orang Koordinator Relawan Sumud Flotilla
Waka DPR Yakin Pemerintah Usaha Maksimal Bebaskan 9 WNI yang Ditangkap Israel
Ibu Jurnalis Thoudy Badai Sempat Tak Izinkan Anaknya Ikut Misi Kemanusiaan Menuju Gaza

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anita Tanjung Ingatkan Lulusan SMA Unggulan CT Arsa Tak Hanya Andalkan Ijazah
• 1 jam laludetik.com
thumb
Purnomo Yusgiantoro Pimpin IKAL Lemhannas Periode 2026-2031
• 10 jam laludetik.com
thumb
Guru Swasta Minta UU Khusus, Massa Aksi: Negara Jangan Marginalkan Kami
• 14 jam laludisway.id
thumb
Curhat Saat Dikritik PDI-P, Prabowo: Saya Kadang Pilu, Tapi Itu Baik untuk Demokrasi
• 22 jam laludisway.id
thumb
Alisson Tetap Tertarik Pindah ke Juventus Meskipun Absen di Liga Champions
• 14 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.