Kata Netanyahu soal Aktivis Flotilla di Israel Bersujud dan Tangan Diikat

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Perlakuan tak manusiawi terhadap aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan di Israel menjadi perhatian dunia. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengomentari penanganan terhadap aktivis Flotilla yang dilakukan oleh salah satu anggota kabinetnya, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir.

Dilansir AFP, Kamis (21/5/2026), Netanyahu mengkritik langkah yang dilakukan Ben Gvir terhadap para aktivis. Dia menyebut hal itu tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma Israel.

Menteri Israel Itamar Ben-Gvir mengunggah video perlakuan terhadap aktivis Flotilla yang ditahan di Israel. (X/@itamarbengvir)

"Cara Menteri Ben Gvir menangani aktivis Flotilla tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma Israel," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

Netanyahu mengatakan otoritasnya akan segera melakukan deportasi terhadap para aktivis dari berbagai negara tersebut.

"Saya telah menginstruksikan pihak berwenang terkait untuk mendeportasi para provokator (aktivis) sesegera mungkin," kata Netanyahu.

Sebelumnya, Ben Gvir mengunggah video dirinya memperlakukan para aktivis Global Sumud Flotilla yang kini ditahan di Israel. Para aktivis terlihat dalam keadaan berlutut dengan dahi di lantai serta tangan diikat.

Baca juga: Menteri Israel Unggah Video Kondisi Aktivis Flotilla: Berlutut-Tangan Terikat

Dilansir Al Jazeera, Rabu (20/5), unggahan Ben Gvir itu diimbuhkan keterangan 'Selamat datang di Israel'. Lagu kebangsaan Israel berkumandang saat para aktivis diperlakukan tak manusiawi. Terlihat ada aktivis yang memegang paspor di tangannya.

Kemarahan global mencuat setelah unggahan video Ben-Gvir itu. Beberapa negara disebut memanggil duta besar Israel setelah perlakuan Ben-Gvir.

Beberapa negara, termasuk Italia, Prancis, Belanda, dan Kanada, telah memanggil duta besar Israel ke ibu kota mereka untuk menyatakan 'kemarahan' mereka atas perlakuan Israel terhadap aktivis armada Gaza yang diculik di perairan internasional.

Baca juga: Menlu Monitor 9 WNI di Kapal GSF ke Gaza: Ini Bukan Penculikan atau Penyanderaan




(fca/fca)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tok! Rute LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Diperpanjang hingga Dukuh Atas
• 17 jam laludetik.com
thumb
Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026? Simak Jadwal Pelaksanaan Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha 1447 H
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Cegah Antrean Panjang, Pasokan Biosolar di Padang Ditambah 18 Persen
• 21 jam lalukompas.id
thumb
KDM Dukung Pembuatan Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Risalah FOMC The Fed: Kenaikan Suku Bunga Bisa Terjadi Jika Inflasi Tetap Tinggi
• 9 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.