Peristiwa Bersejarah 21 Mei: Soeharto Mundur Setelah 32 Tahun Berkuasa

rctiplus.com
1 jam lalu
Cover Berita
Peristiwa Bersejarah 21 Mei: Soeharto Mundur Setelah 32 Tahun BerkuasaNasional | okezone | Kamis, 21 Mei 2026 - 06:10Dengarkan Berita

JAKARTA – Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada 21 Mei, baik di Indonesia maupun dunia. Salah satu yang paling dikenang adalah pengunduran diri Presiden ke-2 RI, Soeharto, yang menandai lahirnya era Reformasi pada 1998.

Berikut sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi pada 21 Mei, dirangkum dari berbagai sumber:

1904 – FIFA Didirikan di Paris

FIFA atau Fédération Internationale de Football Association resmi didirikan di Paris, Prancis, pada 21 Mei 1904.

Organisasi ini menjadi badan sepak bola internasional yang mengatur berbagai kompetisi dunia, termasuk Piala Dunia. Selain itu, FIFA juga bertugas mengatur transfer pemain internasional, menerbitkan ranking dunia, hingga memberikan penghargaan pemain terbaik dunia.

1991 – Rajiv Gandhi Tewas Dibunuh

Mantan Perdana Menteri India, Rajiv Gandhi, tewas dalam aksi bom bunuh diri di Tamil Nadu, India, pada 21 Mei 1991.

Baca Juga:Geopolitik Memanas, Pembentukan Kabinet Perang Dinilai Penting

Rajiv Gandhi merupakan Perdana Menteri India keenam dan menjabat pada usia 40 tahun, menjadikannya salah satu pemimpin termuda dalam sejarah India. Ia adalah putra dari mantan Perdana Menteri India, Indira Gandhi.

Rajiv Gandhi tewas setelah seorang pelaku bom bunuh diri dari kelompok separatis Tamil Sri Lanka mendekatinya dengan rangkaian bunga yang ternyata berisi bom.

 

1998 – Soeharto Mundur sebagai Presiden RI

Pada 21 Mei 1998, Presiden Soeharto resmi mengumumkan pengunduran dirinya setelah 32 tahun memimpin Indonesia.

Keputusan tersebut diambil di tengah gelombang demonstrasi besar mahasiswa dan krisis ekonomi yang melanda Indonesia. Setelah pengunduran diri Soeharto, Wakil Presiden B. J. Habibie diambil sumpah sebagai Presiden RI.

Peristiwa ini sekaligus menjadi penanda lahirnya era Reformasi, yakni perubahan besar dalam sistem politik Indonesia setelah berakhirnya masa Orde Baru.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapal Besar Dibatasi Melintas di Jembatan P6 Lalan, Herman Deru: Demi Keselamatan Rekonstruksi
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Wali Kota Farhan Dorong Bandung Mandiri Lewat Inovasi Sip Pisan dan Karasa Sirkular
• 13 jam laludisway.id
thumb
Pemerintah Bentuk Danantara Sumberdaya Indonesia, Purbaya: Saatnya Serok Saham
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
KOSTI Semarakkan IVCA Rally 2026 dengan Gowes Jarak jauh 479 Km
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
KSAD Jenderal Maruli di DPR: Kadang, Lebih Enak Jadi Sipil Daripada Tentara Kalau Mau Bandel
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.