Tekad Prabowo Kuasai Kembali Kekayaan Indonesia Tanpa Didikte Negara Lain

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto bertekad menguasai kembali kekayaan alam Indonesia tanpa didikte negara lain.

Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan Indonesia harus menentukan sendiri harga komoditas hasil dalam negeri.

Misalnya seperti kelapa sawit. Prabowo heran kenapa bisa harga sawit didikte negara lain, padahal Indonesia adalah produsen terbesar di dunia.

"Kita merasa aneh bahwa kita produsen kelapa sawit terbesar di dunia, tapi harga kelapa sawit ditentukan oleh negara lain. Saya katakan kepada menteri saya, ini tidak boleh terjadi, saya tidak mau kelapa sawit kita ditentukan bangsa lain," ujar Prabowo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Baca juga: Prabowo Bertekad RI Berdikari, Tak akan Lagi Didikte Bangsa Lain

Indonesia juga perlu berdaulat menentukan harga nikel, emas, dan hasil tambang lainnya.

"Nikel kita juga ditentukan harganya oleh negara lain, tidak boleh, saya instruksikan kabinet saya, rumuskan harga nikel, emas, dan harga semua tambang kita dan semua komoditas harus ditentukan di negara kita sendiri," sambungnya.

Bagaimana jika negara lain tak mau beli dari Indonesia?

Prabowo mengatakan, jika negara lain tidak mau membeli emas, kelapa sawit, nikel, dan komoditas tambang lainnya dari Indonesia, dirinya tidak masalah.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus menetapkan sendiri harga komoditas tersebut. Selama ini, harga ditetapkan oleh negara lain.

Dia berpandangan, memberikan komoditas kekayaan alam kepada cucu lebih baik daripada memberi harga murah kepada negara lain.

Prabowo pun memohon dukungan dari DPR mengenai rencananya tersebut.

"Kalau mereka enggak mau beli, ya enggak apa-apa, biar saja itu di bawah tanah untuk cucu kita nanti. Daripada kita jual murah. Saya minta dukungan majelis ini marilah bersama-sama, sepertinya saya lebih marah ini daripada banyak kekuatan ini," ujar Prabowo.

Baca juga: Prabowo Tak Ingin Harga Kelapa Sawit Didikte Negara Lain

Prabowo menyebut gaji guru, aparatur sipil negara (ASN), hingga aparat penegak hukum (APH) kecil karena kekayaan negara bocor ke luar negeri.

Prabowo mengatakan berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terdapat ekspor Indonesia selalu lebih tinggi dari impor.

“Ekspor kita selalu lebih daripada impor kita. Kalau ilmu dagang berarti yang kita jual adalah lebih banyak dari yang kita beli,” kata Prabowo.

Baca juga: Prabowo Tak Ingin Kekayaan Alam RI Keluar Tanpa Pengawasan

Menurut Prabowo, seharusnya Indonesia tidak mengalami krisis ekonomi. Sebab, neraca ekspor impor tidak pernah mencatat kerugian.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

PBB mencatat, total keuntungan ekspor impor sejak 2004 hingga 2025 mencapai 436 miliar dollar Amerika Serikat atau setara Rp 7,7 kuadriliun dengan asumsi kurs Rp 17.707,65 per dollar AS.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Malaysia Masters 2026: Hajar Wakil India Dua Gim Langsung, Ubed Berhasil Amankan Satu Tempat di 16 Besar
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Yuk, Kenali! Ini Ciri-ciri Ikan yang Mengandung Formalin
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Kondisi Nadiem Makarim Pascaoperasi
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Radio Ini Umumkan Kematian Raja Charles, Lalu Minta Maaf Salah Info
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menumpulkan Pemikiran Kritis IPB dengan Dapur MBG?
• 6 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.