Bukan Asal Lucu, Joshua Suherman Bongkar Rahasia Racik Komedi Jawa di Film Sekawan Limo 2

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Sukses dengan film pertamanya yang meraup lebih dari 2,5 juta penonton, kolaborasi sutradara Bayu Skak dan Starvision kembali berlanjut. Sekuel yang dinanti-nantikan, Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, dijadwalkan akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 27 Mei 2026.

Film bergenre horor-komedi ini kembali menceritakan petualangan lima sahabat, yakni Bagas (Bayu Skak), Lenni (Nadya Arina), Juna (Benidictus Siregar), Dicky (Firza Valaza), dan Andrew (Indra Pramujito). Kali ini, mereka harus mendaki Gunung Klawih demi menyelamatkan keluarga Andrew yang menjadi korban pesugihan.

Namun, di balik kesuksesan formula komedi khas rilisan Skak Studios, ada proses kurasi humor yang sangat detail. Joshua Suherman, yang dipercaya menjadi konsultan komedi (comedy consultant) dalam proyek-proyek Bayu Skak, membagikan rahasia dapur dalam merumuskan lelucon yang bisa diterima oleh masyarakat luas.

Adapun salah satu tantangan terbesar dalam memproduksi film berbahasa daerah adalah memastikan humor tersebut tetap relevan bagi penonton dari luar daerah tersebut. Menurut Joshua, kunci utama dari ramuan komedi mereka terletak pada referensi dan diskusi yang intens.

"Yang pasti referensi. Karena biar gimanapun kita pengen karya kita dirayakan sebanyak-banyaknya orang, tidak terbatas pada satu, dua hal saja," kata Joshua Suherman di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).

Lebih lanjut, Joshua menjelaskan bahwa bahasa Jawa memiliki variasi dialek yang sangat beragam. Perbedaan ini bahkan terjadi antara wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, yang sering kali memiliki arti atau rasa (feel) yang berbeda pada kata-kata tertentu.

"Perbedaan diksi Jawa Timur dan Jawa Tengah saja itu juga dipikirin banget gitu, gimana caranya supaya punchline-nya itu kalau bisa general gitu, enggak yang spesifik untuk satu, dua orang yang paham aja," tambah mantan penyanyi cilik tersebut.

Untuk mengatasi hal tersebut, Joshua dan Bayu Skak kerap melakukan koordinasi ketat demi menyaring humor mana yang sekiranya aman dan dapat dimengerti secara universal.

"Mungkin banyak diskusi ya, kuncinya sebenarnya banyak diskusi. Dan kita punya referensi mana nih yang kira-kira masyarakat dengan yang berbahasa Jawa paham, tapi yang tidak berbahasa Jawa juga paham," jelas Joshua.

Sebagai konsultan komedi, ayah satu anak itu juga menekankan pentingnya batasan. Tidak semua adegan dalam film harus disisipi komedi, terutama untuk film seperti Sekawan Limo 2 yang memiliki unsur horor dan ketegangan yang kuat. Dalam hal ini, Joshua mempercayakan keputusan penuh kepada Bayu Skak sebagai sutradara.

"Sebagai komedi konsultan sebenarnya Bayu yang ngasih porsi. Karena Bayu ngerasa misalnya di dalam satu sekuens ini enggak perlu ada komedinya. Jadi aku juga enggak, enggak perlu ikut campur di situ," ungkapnya.

 

Adapun tantangan linguistik ini tidak hanya dirasakan oleh tim penulis dan konsultan komedi, tetapi juga oleh para jajaran pemain yang tidak memiliki latar belakang bahasa Jawa yang kuat. Jihane Almira, yang sebelumnya pernah terlibat dalam proyek serupa, mengakui bahwa menyelaraskan diri dengan dialek lokal merupakan sebuah tantangan tersendiri.

"Kebetulan juga di sini ada beberapa yang udah kenal, jadi enggak terlalu susah untuk bonding sebenarnya. Cuman yang aku punya kendala adalah dengan bahasa Jawanya itu," pungkas Jihane Almira. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Podium MI: Yang Muda yang Tercela
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kesalahan Pakai Concealer
• 18 jam lalubeautynesia.id
thumb
Jemaah Diimbau Atur Waktu Keberangkatan ke Masjidil Haram pada Malam Hari
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Orang Terdekat Bongkar Proses Penurunan Berat Badan Ekstrem Khamzat Chimaev di UFC 328, Jadi Biang Kekalahan?
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Di Tengah Dinamika Global, PLN Catat Pendapatan Rp582,68 Triliun Tahun 2025
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.