Mobil ini tersedia dalam dua lini utama, Brio Satya yang masuk kategori LCGC, dan Brio RS sebagai varian non-LCGC, dengan fitur lebih lengkap.
Mengusung mesin 1.2L i-VTEC 4-silinder, kapasitas 1.199 cc, dengan tenaga maksimal 90 PS pada 6.000 rpm dan torsi 110 Nm. Konsumsi bahan bakar rata-rata 14–16 km/liter di dalam kota, dan bisa mencapai 20 km/liter di jalan tol.
Meski populer di market Indonesia, namun Honda Brio khususnya unit bekas memiliki beberapa ‘penyakit’ atau permasalahan umum yang sering dikeluhkan pemiliknya.
Baca Juga :
Harga Honda Brio Bekas per Mei 2026Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini daftar ‘penyakit’ umum Honda Brio bekas: 1. Kaki-kaki sering bermasalah
Masalah di sektor kaki-kaki cukup umum ditemukan di unit Brio bekas. Gejalanya berupa bunyi berdecit hingga getaran berlebih saat mobil melewati jalan bergelombang.
Keluhan ini biasanya mulai terasa setelah kendaraan digunakan dalam jangka waktu lama atau sering melintasi jalan dengan kondisi kurang baik.
2. Respons transmisi tidak mulus
Pada varian transmisi otomatis, banyak pengguna mengeluhkan perpindahan gigi yang terasa lambat, khususnya saat menghadapi kondisi macet atau tanjakan.
Tak sedikit pula yang merasakan adanya hentakan ketika transmisi berpindah gigi. Kondisi ini umumnya dipengaruhi minimnya perawatan oli transmisi atau gaya berkendara yang kurang tepat.
3. Engine Mounting cepat aus
Komponen engine mounting juga menjadi salah satu bagian yang cukup sering mendapat perhatian pada Honda Brio bekas, terutama unit berusia di atas lima tahun.
Gejala paling umum berupa getaran mesin yang terasa hingga ke dalam kabin saat posisi idle maupun kecepatan rendah. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kenyamanan berkendara dan merusak komponen lain.
4. Bunyi di mesin
Sebagian pemilik Honda Brio juga pernah mengalami suara mesin “grek-grek” atau ngelitik dari area kap mesin bagian kiri.
Salah satu penyebab yang paling sering ditemukan adalah penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi mesin. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat mengganggu proses pembakaran di ruang mesin.
5. Lampu kurang terang
Keluhan mengenai pencahayaan lampu depan juga cukup sering ditemukan, terutama pada Honda Brio generasi pertama.
Banyak pengguna menilai sorot lampu depan kurang terang dan fokus pencahayaan tidak maksimal. Akibatnya, visibilitas saat berkendara malam hari menjadi lebih terbatas.
Karena itu, calon pembeli Honda Brio bekas disarankan melakukan inspeksi menyeluruh sebelum membeli kendaraan. Jangan hanya tergiur harga murah, tetapi pastikan kondisi mesin, kaki-kaki, transmisi, hingga interior mobil tetap dalam kondisi baik agar nyaman digunakan untuk jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)





