JAKARTA, KOMPAS.com - Ini poin-poin pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 di DPR.
Prabowo menjadi Presiden RI pertama yang menyampaikan langsung arah kebijakan ekonomi makro dan fiskal tahunan pemerintah di hadapan anggota Dewan.
Sebab, pidato KEM PPKF biasanya hanya dibacakan Menteri Keuangan sebagai perwakilan pemerintah.
"Saya ingin menyampaikan penghargaan saya setinggi-tingginya kepada Pimpinan dan Anggota MPR, DPR, dan DPD RI atas diselenggarakannya rapat paripurna DPR ini yang dihadiri anggota DPR dan DPD RI bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional kita," ucap Prabowo dalam rapat paripurna DPR di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan beberapa poin penting di antaranya target pertumbuhan ekonomi Indonesia, pengelolaan sumber daya alam, serta peringatan agar para pejabat membenahi birokrasi.
Baca juga: Prabowo Pidato di Rapat Paripurna DPR, 451 Anggota Dewan Hadir
Target ekonomi ke depanPrabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2027 di kisaran angka 5,8 hingga 6,5 persen pada tahun 2027.
Kepala Negara optimis hal ini bisa diwujudkan dengan strategi ekonomi yang tepat serta kebijakan fiskal yang pruden dan berkelanjutan.
"Saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen di tahun 2027 menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029," kata Prabowo.
Prabowo juga ingin pertumbuhan ekonomi tersebut tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata.
Dia menargetkan angka kemiskinan turun ke rentang 6,0 hingga 6,5 persen dari target sebelumnya 6,5 hingga 7,5 persen.
Baca juga: Target Prabowo: Pertumbuhan Ekonomi 5,8 sampai 6,5 Persen di 2027
Selain itu, pendapatan negara dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 juga ditargetkan mampu mencapai kisaran 11,82 hingga 12,40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
"Pertama, pendapatan negara dalam APBN 2027. Kami targetkan mencapai kisaran 11,82 hingga 12,40 persen dari produk domestik bruto kita," ujarnya.
Untuk menyokong target pendapatan tersebut, pemerintah telah merancang porsi belanja negara yang terukur untuk mendanai berbagai program strategis nasional,
"Untuk mendukung berbagai program prioritas dan program-program vital kita, belanja negara direncanakan berada pada kisaran 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB kita," ucapnya.
Baca juga: Prabowo Targetkan Pendapatan Negara 12,4 Persen dari PDB di APBN 2027
Sementara itu, dari sisi pembiayaan, defisit APBN akan dijaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB.
"Dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini," ungkapnya.
Pasar Indonesia bisa lebih besar dari EropaDi hadapan para anggota Dewan, Prabowo meyakini pasar Indonesia bisa jauh lebih besar dari Eropa.
Sebab, Indonesia memiliki bonus demografi serta kekayaan alam yang melimpah.
Indonesia memiliki banyak komoditas seperti batu bara, nikel, tembaga, minyak kelapa sawit, logam tanah jarang, hingga kekayaan laut.
"Kita memiliki bonus demografi yang menopang konsumsi domestik dan pasar domestik yang besar. Pasar kita bisa sebesar Eropa, dan sungguh sumber daya alam kita melimpah," tuturnya.
Baca juga: Prabowo: Indonesia Bonus Demografi, Pasar Kita Bisa Sebesar Eropa
Presiden RI juga mendorong percepatan industrialisasi agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi negara lain.





