Harga Minyak Dunia Naik, Brent Sentuh USD105/Barel

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

New York: Harga minyak naik pada perdagangan awal Asia pada Kamis, 21 Mei 2026, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington siap menyerang Iran jika negara itu tidak menyetujui kesepakatan damai.

Namun Trump juga mencatat bahwa ia bersedia menunggu tindakan militer lebih lanjut, setelah sebelumnya mengisyaratkan kemajuan dalam negosiasi dengan Teheran.

Dilansir dari Investing.com, kontrak minyak Brent untuk Juli naik 0,5 persen menjadi USD105,53 per barel, sementara kontrak minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,9 persen menjadi USD94,83 per barel.

Kedua kontrak pulih dari kerugian selama dua hari, dengan harga minyak jatuh tajam pada hari Rabu setelah Trump mengisyaratkan kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran.

Baca Juga :

Airlangga: DSI Jadi BUMN Khusus Kawal Ekspor Sumber Daya Alam


(Ilustrasi. Foto: Freepik) Trump mengisyaratkan potensi serangan terhadap Iran Namun Trump kemudian pada hari Rabu memperingatkan bahwa AS siap untuk melanjutkan serangan terhadap Iran, dan bahwa situasinya tepat di ambang batas. Trump mengatakan dia bisa menunggu "beberapa hari" sebelum tindakan lebih lanjut.

Teheran mengecam ancaman Trump, memperingatkan terhadap serangan AS dan Israel yang diperbarui, dan bahwa setiap langkah seperti itu dapat sangat meningkatkan perang.

Iran juga meluncurkan "Otoritas Selat Teluk Persia" baru untuk mengontrol lalu lintas di Selat Hormuz, setelah sebelumnya menguraikan rencana untuk mengenakan biaya tol di selat tersebut.

Hormuz sebagian besar tetap tertutup. Meskipun data pada hari Rabu menunjukkan dua kapal tanker minyak Tiongkok telah berhasil menyeberangi selat tersebut, lalu lintas melalui penyeberangan tersebut tetap berada pada sebagian kecil dari tingkat sebelum perang.

Hormuz memasok sekitar 20 persen minyak dunia, dan penutupannya menjadi pendorong utama harga minyak karena pasokan global terganggu.

Data yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan penurunan mingguan yang signifikan dalam persediaan minyak AS, karena Washington meningkatkan ekspor minyak untuk membantu menutupi beberapa kesenjangan pasokan yang berasal dari penutupan Hormuz.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wakapolri Sebut Terorisme Kini Bergerak Lewat Jejaring yang Sulit Dideteksi
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Gempa M 4,6 Guncang Pangandaran Jabar
• 8 jam laludetik.com
thumb
Investor Panik! Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Pegadaian Anjlok
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Spanduk Bahaya Terpasang di Perlintasan KA Liar di Tebet
• 5 jam laludetik.com
thumb
Kejaksaan RI Raup Kenaikan Harga Lelang hingga Rp1,65 Miliar di Hari Kedua BPA Fair
• 22 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.