jpnn.com - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta pemerintah transparan ketika memberikan persetujuan untuk menjadikan Bandara Kertajati, Jawa Barat, sebagai Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) atau pusat perawatan pesawat C-130 Hercules.
Diketahui, langkah menjadikan Bandara Kertajati sebagai MRO ini sebagaimana usul Amerika Serikat (AS).
BACA JUGA: Prabowo Bercerita Pernah Dibantu Bu Mega, Lalu Menoleh ke Puan
"Harus dijalankan dengan sangat hati-hati dan transparan,” kata TB Hasanuddin, Kamis (21/5).
Kang TB -sapaan TB Hasanuddin merasa pemerintah perlu memberikan kejelasan mengenai cakupan operasional MRO.
BACA JUGA: Prof Tedi Sudrajat: PPPK Paruh Waktu Sebaiknya Dihilangkan Saja
Sebab, kata dia, apabila fasilitas di Kertajati hanya digunakan untuk pesawat C-130 milik militer AS yang beroperasi di kawasan Asia Pasifik, hal itu berpotensi memunculkan persoalan hukum dan politik.
"Persepsinya bisa berkembang sebagai bentuk pangkalan militer AS di Indonesia," ujar legislator Fraksi PDIP itu.
BACA JUGA: Ingatkan Pemerintah Buka Mata Hadapi Masalah Serius, Anies Singgung soal Obat Tidur
Dia mengatakan ada potensi penabrakan aturan dan prinsip politik jika fasilitas di Kertajati hanya dipakai pesawat C-130 milik militer AS yang beroperasi di kawasan Asia Pasifik.
"Ini tentu harus dicermati karena dapat berbenturan dengan peraturan perundang-undangan serta prinsip politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia,” ujar Kang TB.
Dia mengingatkan tawaran menjadikan Bandara Kertajati sebagai MRO pesawat C-130 Hercules datang dari Menteri Pertahanan Amerika Serikat atau bukan dari pabrikan sebagai kerja sama industri murni.
Kang TB mengingatkan aspek kepentingan strategis militer AS sangat kuat dari tawaran menjadikan Bandara Kertajati sebagai MRO pesawat C-130 Hercules.
Toh, kata eks Sesmilpres itu menyoroti status Kertajati yang selama ini bandara sipil dan harus dilakukan penyesuaian regulasi jika menjadi pusat perawatan pesawat militer asing.
"Tentu harus ada pengaturan yang jelas agar tidak mengganggu fungsi pelayanan penerbangan sipil untuk masyarakat Jawa Barat,” katanya.
Diketahui, kabar menjadikan Kertajati sebagai pusat perawatan pesawat C-130 Hercules muncul dari Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin ketika hadir dalam rapat dengan Komisi I pada Selasa (19/5).
Mulanya, Sjafrie mengungkap beberapa isu yang jadi pembahasan ketika bertemu Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth di Pentagon, April 2026.
Sjafrie mengatakan Hegseth dalam pertemuan melayangkan tawaran ke pemerintah RI terkait pemusatan program pemeliharaan hingga perbaikan pesawat C-130 Hercules di seluruh Asia.
Nantinya, MRO seluruh pesawat angkut andalan Angkatan Udara AS (USAF) tersebut dipusatkan di Indonesia.
Sjafrie kemudian melaporkan ke Presiden RI Prabowo Subianto setelah menerima tawaran Hegseth dalam pertemuan di Pentagon.
Prabowo belakangan menyetujui tawaran AS, lalu siap menyediakan Kertajati untuk disulap jadi pusat pemeliharaan dan perbaikan pesawat Hercules.(ast/jpnn)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam




