Suku Bunga Naik, BI Pastikan Likuiditas Bank Tetap Longgar

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kenaikan suku bunga acuan menjadi 5,25 persen dipastikan tidak akan membuat likuiditas perbankan mengetat. Bank Indonesia (BI) menegaskan ruang kredit bagi dunia usaha dan masyarakat tetap dijaga lewat pelonggaran kebijakan likuiditas perbankan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bank sentral sengaja menyiapkan sejumlah instrumen agar kenaikan BI-Rate tidak langsung menekan penyaluran kredit. Salah satunya melalui penguatan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan tambahan insentif likuiditas untuk perbankan.

Baca Juga
  • Keuangan Syariah: Solusi Pembiayaan Ultra Mikro di Bawah 9 Persen
  • AS Berikan Trump, Keluarga dan Kerajaan Bisnisnya Imunitas dari Audit Pajak: Berlaku Selamanya
  • Ikuti Pelatihan dan Inkubasi Bisnis, Produk UMKM Naik Kelas

“Likuiditas di pasar uang dan perbankan lebih dari cukup bagi bank untuk menyalurkan kredit dan meminimalkan dampak kenaikan suku bunga,” ujar Perry dalam taklimat media hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (20/5/2026).

BI memperluas cakupan RIM, yakni rasio yang mengatur kemampuan bank menyalurkan dana ke perekonomian. Lewat aturan baru ini, sumber pendanaan bank tidak hanya dihitung dari dana pihak ketiga seperti giro, tabungan, dan deposito, tetapi juga surat berharga yang diterbitkan bank.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Selain itu, BI menambah insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) hingga 0,5 persen dari dana pihak ketiga bagi bank yang memenuhi ketentuan RIM, namun belum memperoleh insentif maksimal. Tambahan insentif itu mulai berlaku pada 1 Agustus 2026.

Perry mengatakan langkah tersebut diambil agar perbankan tetap leluasa menyalurkan pembiayaan meski biaya dana meningkat akibat kenaikan suku bunga acuan. BI juga meminta bank menjaga efisiensi agar bunga kredit tidak ikut melonjak.

“Oleh karena itu kami meminta bank-bank meningkatkan efisiensi supaya tidak menaikkan suku bunga kredit,” kata Perry.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penahanan 9 WNI oleh Israel, MUI: Ditangkap Tanpa Dasar Itu Penculikan
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Perjalanan Thudong 16 Bhikkhu dari Jepara Menuju Candi Sewu Diharapkan Perkuat Toleransi dan Keberagaman
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Kolaborasi Pelindo Petikemas dan Pemkot Surabaya Pastikan Hewan Kurban Aman untuk Masyarakat Jelang Iduladha 1447 H
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Kaltim Tawarkan Proyek Fatty Amine Senilai Rp1,88 triliun di Bontang
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Nova Arianto Soroti Penghapusan Regulasi Pemain U-23 di BRI Super League: Kompetisi Pemain Muda Harus Diperbanyak
• 6 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.