KOMPAS.TV - Terduduk di tanah dengan tangan terikat, aktivis Flotilla Gaza ditahan setelah kapal bantuan dicegat Israel.
Rekaman video menunjukkan para aktivis yang dilaporkan berasal dari Global Sumud Flotilla (GSF) berlutut di tanah dengan tangan terikat, sementara aparat keamanan mengelilingi mereka.
Peristiwa ini terjadi setelah pasukan Israel mulai mencegat hampir 50 kapal flotilla yang berlayar menuju Gaza di perairan internasional pada Senin (18/5/2026).
Sementara itu, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir memicu kemarahan pada Rabu (20/5/2026) setelah menghadapi ratusan aktivis flotilla Gaza yang ditahan di Pelabuhan Ashdod.
Rekaman video memperlihatkan para tahanan dengan tangan diborgol berlutut di lantai saat Ben Gvir berjalan melewati mereka bersama aparat keamanan.
“Mereka datang dengan penuh kebanggaan sebagai pahlawan besar. Lihat bagaimana mereka sekarang, lihat, lihat bagaimana mereka sekarang. Bukan pahlawan atau apa pun, pendukung teroris,” teriak Ben Gvir sambil mengibarkan bendera Israel.
Menteri Transportasi Israel Miriam Regev menuduh para tahanan mendukung “terorisme” dan menyatakan mereka pantas dipenjara.
“Tidak ada kaitannya sama sekali dengan bantuan kemanusiaan,”
Tambahnya, “Para pendukung teror layak berada di penjara. Tentu saja kami akan mengirim mereka kembali ke negara asal mereka.”
GSF menyatakan lebih dari 420 peserta dari 40 negara telah ditahan.
Video penahanan para aktivis memicu kecaman dunia internasional, dengan Italia dan Prancis memanggil duta besar Israel di negara mereka terkait perlakuan terhadap para aktivis Flotilla.
Baca Juga: WNI Relawan Global Sumud Flotilla Ditangkap Israel, Pakar: Jangan Sampai Israel Manfaatkan Indonesia
#israel #aktivis #gaza #globalsumud
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- global sumud flotilla
- gaza
- israel
- aktivis ditahan
- viral
- aktivis flotilla





