TABLOIDBINTANG.COM - Sarwendah akhirnya memberikan klarifikasi terkait isu pesugihan dan tudingan mistis yang belakangan menyeret namanya di media sosial. Mantan personel girl group Cherrybelle itu memilih tidak lagi diam karena khawatir kabar tersebut berdampak pada kondisi psikologis anak-anaknya.
Melalui tim kuasa hukumnya, Sarwendah menilai narasi yang beredar sudah berkembang terlalu jauh dan berpotensi menimbulkan persepsi buruk di lingkungan keluarga. Menurut mereka, isu tersebut bukan hanya menyerang pribadi Sarwendah, tetapi juga dapat memengaruhi tumbuh kembang anak-anak yang mulai aktif mengakses media sosial.
Kuasa hukum Sarwendah, Simon Abraham, mengatakan pada awalnya kliennya tidak terlalu mempersoalkan kabar tersebut. Namun, situasi berubah ketika informasi yang dinilai tidak benar itu terus menyebar dan memicu spekulasi publik.
"Klien kami beranggapan bahwa ini harus diluruskan. Jangan didiamkan berkelanjutan berkepanjangan. Ini bahaya bisa jadi bola liar yang memang ujung-ujungnya kembali lagi anak-anak kan mendengar, melihat berita," ujar Simon Abraham.
Ia menegaskan, langkah klarifikasi dilakukan demi menjaga kenyamanan psikologis keluarga. Terlebih, muncul tudingan yang menyebut Sarwendah melakukan ritual tertentu demi memperoleh kekayaan maupun mencelakai orang lain.
"Ini bagaimana anak-anak klien kami melihat ini gitu lho. Nah ini yang makanya kami turun tangan dan memang atas arahan klien kami juga untuk meluruskan ini," sambung Simon.
Selain isu pesugihan, Sarwendah juga diterpa kabar yang mengaitkannya dengan dugaan guna-guna terhadap Ruben Onsu. Tuduhan itu dibantah keras oleh pihak kuasa hukum.
Pengacara Chris Sam Siwu menilai narasi yang menghubungkan kondisi kesehatan Ruben dengan aktivitas Sarwendah di Gunung Kawi tidak memiliki dasar yang jelas. Ia menyebut seluruh tudingan tersebut sebagai fitnah dan hoaks.
"Pesugihan ataupun apa pun di belakangnya itu termasuk yang tadi Mas bilang itu (guna-guna), itu semuanya berarti fitnah ya, itu fitnah dan hoaks. Kalau terkait dengan kesehatan Bensu ya itu kita nggak bisa ngomong karena itu memang masalah pribadi dan tidak ada kaitannya dengan klien kami," kata Chris Sam Siwu.




