Ikuti Pelatihan dan Inkubasi Bisnis, Produk UMKM Naik Kelas

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat sejumlah pihak menyoroti akses pembiayaan bagi usaha ultra mikro, ada satu hal yang luput dari perhatian: modal bukan satu-satunya kebutuhan untuk bertumbuh. Banyak usaha dari rumah tangga sesungguhnya memiliki daya juang tinggi, produk yang potensial, bahkan pasar yang terbuka.

Namun tanpa akses pengetahuan, jejaring, kepercayaan diri, dan pendampingan yang tepat, usaha mereka kerap jalan di tempat. Hal itu yang membuat program Mekaarpreneur dari PNM menjadi relevan.

Baca Juga
  • Kredit UMKM Tumbuh Tipis, Bank Lebih Selektif Salurkan Pembiayaan
  • UMKM Perempuan di Daerah Butuh Dukungan, Ipemi Dorong Peran Stakeholder
  • Kepiting Karaka Mimika Tembus Malaysia dan Singapura, Dorong Peluang UMKM Ekspor

Program tersebut tidak hanya berbicara tentang pembiayaan, tetapi juga tentang bagaimana pengusaha ultra mikro didampingi untuk naik kelas melalui proses inkubasi bisnis yang lebih terarah. Ada proses belajar, penguatan mental usaha, pengembangan produk, hingga cara melihat peluang pasar secara lebih luas.

Hasilnya mulai terlihat nyata. Yuliana Dewi Putri adalah salah satu yang merasakan manfaatnya. Produk herbal drink putri kini semakin mantap ia besarkan setelah mengikuti berbagai pelatihan dan inkubasi usaha dalam program Mekaarpreneur dan menjadi juara 1 di lingkup Bekasi-Jakarta.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Saya mendapatkan ilmu banyak sekali, mendapatkan teman dan pengalaman luar biasa. saya diajarkan cara branding produk dan pemasaran digital. Produk saya juga bisa berkolaborasi dengan teman-teman yang lain," kata Yuliana dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Media Inggris Khawatirkan Kepemimpinan Prabowo Otoriter dan Boros, Singgung Sentralisasi Kekuasaan
• 1 jam laludisway.id
thumb
BI-Rate Naik! Siap-Siap Cicilan Membengkak dan Sederet Dampak Lain Buat Dompetmu
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Senator AS Kecam Perlakuan Menteri Israel Terhadap Aktivis Global Sumud Flotilla
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi: CCTV Pemprov DKI Percepat Pengungkapan Kasus Begal
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Sebut Negara Bisa Selamatkan Rp2.654 Triliun per Tahun dari Tambang dan Ekspor Ilegal
• 21 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.