REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat sejumlah pihak menyoroti akses pembiayaan bagi usaha ultra mikro, ada satu hal yang luput dari perhatian: modal bukan satu-satunya kebutuhan untuk bertumbuh. Banyak usaha dari rumah tangga sesungguhnya memiliki daya juang tinggi, produk yang potensial, bahkan pasar yang terbuka.
Namun tanpa akses pengetahuan, jejaring, kepercayaan diri, dan pendampingan yang tepat, usaha mereka kerap jalan di tempat. Hal itu yang membuat program Mekaarpreneur dari PNM menjadi relevan.
Baca Juga
Kredit UMKM Tumbuh Tipis, Bank Lebih Selektif Salurkan Pembiayaan
UMKM Perempuan di Daerah Butuh Dukungan, Ipemi Dorong Peran Stakeholder
Kepiting Karaka Mimika Tembus Malaysia dan Singapura, Dorong Peluang UMKM Ekspor
Program tersebut tidak hanya berbicara tentang pembiayaan, tetapi juga tentang bagaimana pengusaha ultra mikro didampingi untuk naik kelas melalui proses inkubasi bisnis yang lebih terarah. Ada proses belajar, penguatan mental usaha, pengembangan produk, hingga cara melihat peluang pasar secara lebih luas.
Hasilnya mulai terlihat nyata. Yuliana Dewi Putri adalah salah satu yang merasakan manfaatnya. Produk herbal drink putri kini semakin mantap ia besarkan setelah mengikuti berbagai pelatihan dan inkubasi usaha dalam program Mekaarpreneur dan menjadi juara 1 di lingkup Bekasi-Jakarta.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Saya mendapatkan ilmu banyak sekali, mendapatkan teman dan pengalaman luar biasa. saya diajarkan cara branding produk dan pemasaran digital. Produk saya juga bisa berkolaborasi dengan teman-teman yang lain," kata Yuliana dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (21/5/2026).