DPR Ingatkan Efisiensi Anggaran MBG Jangan Korbankan Kualitas Gizi Anak

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah berencana menyesuaikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 dari pagu awal Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.

Menanggapi hal tersebut, Asep Romy Romaya Anggota Komisi IX DPR RI menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh berdampak pada kualitas makanan dan pemenuhan gizi bagi para penerima manfaat.

Menurut Asep Romy, langkah efisiensi yang dilakukan pemerintah harus difokuskan pada pengurangan biaya teknis dan operasional, bukan memangkas kualitas bahan pangan yang disalurkan kepada anak-anak sekolah.

“Efisiensi harus dilakukan pada aspek distribusi, dukungan manajemen, dan biaya operasional lainnya. Jangan sampai penghematan justru menyentuh kualitas bahan baku pangan karena nutrisi dan gizi makanan bagi penerima manfaat adalah batas mutlak yang tidak boleh dikurangi,” ujar Asep Romy, Kamis (21/5/2026).

Asep Romy bilang, pengurangan anggaran sebesar Rp67 triliun dapat menjadi momentum bagi Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperbaiki tata kelola program secara menyeluruh. Namun, kata dia, kualitas protein, kandungan gizi, hingga standar higienitas makanan tetap harus menjadi prioritas utama.

“Efisiensi anggaran ini harus menjadi momentum perbaikan manajemen, bukan malah berdampak pada penurunan standar kualitas makanan yang diterima anak-anak,” katanya.

Menurutnya, perlu optimalisasi peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam rantai pasok program MBG.

Kata dia, koperasi desa dapat membantu memangkas jalur distribusi dengan membeli langsung kebutuhan pangan dari petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM lokal di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Dengan melibatkan koperasi desa, biaya logistik dan distribusi bisa ditekan. Selain lebih efisien, langkah ini juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat lokal,” ungkapnya.

Asep Romy minta Badan Gizi Nasional membuka ruang evaluasi rutin bersama sekolah, komite orang tua, ahli gizi, dan perangkat desa guna memastikan pelaksanaan program tetap berjalan efektif pasca penyesuaian anggaran.

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi emas Indonesia. Karena itu, tata kelola yang bersih, efisien, dan tepat sasaran harus tetap menjaga kualitas gizi anak bangsa,” pungkasnya.(faz/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Respons Pengusaha Sawit saat Ekspor Komoditas Wajib Satu Pintu via Danantara
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Sarwendah Geram Difitnah Lakukan Pesugihan, Ternyata Begini Pernyataan Juru Kunci Gunung Kawi yang Viral
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
BI Kucurkan Insentif Likuiditas Makroprudensial Rp424,7 Triliun pada Mei 2026
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Gempa M 4,6 Guncang Pangandaran Jabar
• 10 jam laludetik.com
thumb
Hadapi Geopolitik Global, Indonesia Perkuat Strategi Kolaborasi Energi Nasional
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.