Itamar Ben-Gvir Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel mengunggah sebuah video pada media sosial X di akun pribadinya pada Rabu (20/5/2026) yang menunjukkan perlakuan pihak Israel terhadap aktivis pro-Palestina yang ditahan.
Perlakuan militer Israel yang terlihat dalam video berdurasi 38 detik itu meliputi pemborgolan terhadap aktivis, pemaksaan pada aktivis untuk bersujud, hingga penggeretan paksa. Selain itu, para aktivis juga diperlakukan dengan kasar sambil lagu kebangsaan Israel diputar oleh petugas.
“Beginilah cara kami menyambut para pendukung teror. Selamat datang di Israel,” tulis keterangan video tersebut.
Unggahan itu memicu kemarahan dari luar maupun dalam negeri Israel, termasuk Benjamin Netanyahu Perdana Menteri. Beberapa kecaman datang dari Italia dan Australia yang warga negaranya menjadi korban penculikan oleh Israel dalam misi perdamaian dan bantuan di Jalur Gaza.
Dilansir dari The New York Times, Giorgia Meloni Perdana Menteri Italia menuntut permintaan maaf dari Israel atas perlakuan kasar terhadap aktivis, serta menyebut perlakuan pihak Israel sebagai pelanggaran terhadap martabat manusia.
Penny Wong Menteri Luar Negeri Australia melayangkan kecaman terhadap perlakuan zionis Israel terhadap para aktivis, dan menyebutnya tindakan tersebut merendahkan martabat.
“Gambar-gambar yang kami lihat diunggah oleh Menteri Israel Ben-Gvir, yang telah dikenai sanksi oleh Australia, sangat mengejutkan dan tidak dapat diterima,” ungkap Wong dalam pernyataannya.
Di sisi lain, Netanyahu Perdana Menteri Israel mengatakan melalui media sosial X, bahwa Israel memiliki hak penuh dalam pencegahan armada provokatif masuk teritorinya. Namun ia mengecam cara Ben-Gvir memperlakukan aktivis dan menurutnya hal itu tidak sejalan dengan nilai-nilai dan norma-norma di Israel.
Selain itu, Gideo Sa’ar Menteri Luar Negeri Israel juga menanggapi unggahan video tersebut dengan mengungkapkan Ben-Gvir sengaja merusak citra Israel dengan apa yang ia sebut sebagai “pertunjukan memalukan” itu.
Juru bicara Ben-Gvir kemudian membagikan pidato Menteri Keamanan Nasional Israel tersebut sebagai respons terhadap ucapan Gideo Sa’ar dengan mengatakan Sa’ar merugikan negara karena tunduk pada apa yang disebutnya “teroris”.
“Hari-hari di mana negara kita menjadi sasaran empuk telah berakhir. Hari-hari di mana teroris ingin menyakiti kita dan kita harus bersikap maaf-maafan, ramah, dan merendahkan diri telah berakhir,” ujar Ben-Gvir.
Sementara itu, para ahli hukum mengungkapkan perlakuan Israel kepada para aktivis internasional dalam video yang diunggah Ben-Gvir tersebut berpotensi melanggar hukum internasional.
Janina Dill pakar hukum perang dari Universitas Oxford mengatakan, Konvensi Jenewa tidak memperbolehkan perlakuan yang memalukan atau merendahkan siapapun yang ditahan dalam konteks konflik bersenjata. (vve/ipg)




