Ringkasan Berita:
- PAC PDI Perjuangan Bulak dan PC Muhammadiyah menggelar Safari Kebangsaan memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2026.
- Kegiatan menekankan pentingnya toleransi, persatuan, dan gotong royong di tengah masyarakat Bulak yang majemuk.
- Dialog lintas elemen masyarakat membahas penguatan toleransi, pemberdayaan generasi muda, dan kerja sama sosial.
Surabaya (beritajatim.com) – PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulak menggelar Safari Kebangsaan bersama PC Muhammadiyah Kecamatan Bulak dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat silaturahmi, menjaga toleransi, dan mempererat semangat persatuan di tengah masyarakat Bulak yang majemuk.
“Momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi penguat semangat persatuan dan kebersamaan,” kata Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulak, Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am.
Acara yang berlangsung penuh keakraban ini dihadiri tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga unsur kepemudaan di Kecamatan Bulak. Dialog dan silaturahmi terbuka dilakukan untuk memperkuat komitmen menjaga kebhinekaan dan keharmonisan sosial masyarakat pesisir Surabaya.
Abdul Ghoni menjelaskan bahwa Safari Kebangsaan digelar untuk membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan.
“Melalui Safari Kebangsaan ini, kami ingin membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, agar tercipta suasana yang damai, inklusif, dan penuh semangat gotong royong,” ujarnya.
Sekretaris PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulak, Yosef Aji, menekankan pentingnya ruang dialog dan kerja sama lintas elemen masyarakat sebagai upaya menjaga persatuan dan toleransi.
“Safari Kebangsaan ini menjadi wujud komitmen bersama untuk menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat Bulak yang majemuk,” katanya.
Perwakilan PC Muhammadiyah Kecamatan Bulak, Abdul Haris, menyambut positif kegiatan silaturahmi tersebut. “Kebersamaan dan komunikasi yang baik menjadi modal utama dalam menjaga persatuan serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis,” ujarnya.
Dalam diskusi, sejumlah isu strategis turut dibahas, mulai dari penguatan toleransi, pemberdayaan generasi muda, hingga budaya gotong royong sebagai identitas bangsa. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa perbedaan latar belakang organisasi tidak menghalangi kerja sama demi kepentingan masyarakat yang lebih luas. [asg/suf]




