Kemendag Dorong Pelaku Usaha Ekspor ke Arab Saudi Lewat Saudi Vision 2030

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengajak para pelaku usaha di Indonesia untuk melakukan ekspor produk-produknya ke Arab Saudi melalui Saudi Vision 2030.

Atase Perdagangan RI Riyadh, Zulvri Yenni mengatakan transformasi ekonomi melalui Saudi Vision 2030 membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengisi pasar non-migas di Arab Saudi.  

“Kebijakan transformasi ekonomi Arab Saudi akan mengurangi ketergantungan terhadap sektor minyak dan gas dengan cara memperkuat sektor industri, pariwisata, logistik, serta ekonomi digital. Perubahan struktur ekonomi Arab Saudi akan turut memperluas ruang masuk produk Indonesia ke pasar negara tersebut melalui peningkatan permintaan,” kata Zulvri dikutip dari laman Kementerian Perdagangan, Rabu (20/5/2026).

Selain itu, Zulvri mengatakan sektor yang berpotensi tumbuh meliputi makanan dan minuman halal, produk pertanian, furniture, fesyen muslim, kosmetik halal, hingga produk manufaktur bernilai tambah. Peningkatan jumlah wisatawan religi dan jamaah umrah juga menjadi faktor pendorong meningkatnya kebutuhan produk konsumsi (consumer goods). 

Pada 2025, jumlah jamaah umrah internasional Arab Saudi mencapai 18,03 juta orang dan ditargetkan mencapai 30 juta orang pada 2030. Kondisi tersebut diperkirakan meningkatkan permintaan terhadap produk makanan siap saji, perlengkapan ibadah, produk kesehatan, serta layanan pendukung lainnya.

“Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemasok utama produk halal di Arab Saudi, terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumen domestik Arab Saudi maupun jamaah internasional yang membutuhkan produk-produk tersebut, namun memiliki kompetitor sesama negara anggota ASEAN terutama Malaysia, Thailand, dan Vietnam ” kata Zulvri.

Baca Juga

  • Kemendag Perluas Sasaran Ekspor ke Afrika dan Asia demi Redam Efek Geopolitik
  • Kemendag Segera Terbitkan Aturan Baru E-Commerce, Ini Bocorannya
  • Kemendagri Sebut Check In Hotel Bisa Pakai Fotokopi e-KTP

Selain itu, tingkat partisipasi perempuan dalam pemenuhan lapangan pekerjaan Arab Saudi yang tercatat sebesar 35% telah menciptakan pasar baru bagi segmen tenaga kerja tersebut. Zulvri melihat ada peluang baru untuk memenuhi permintaan produk perawatan kulit (skincare), modest fashion untuk bekerja, serta berbagai layanan profesional lainnya bagi perempuan.

Proyek pembangunan besar-besaran di Arab Saudi juga membuka peluang bagi ekspor produk industri Indonesia. Pemerintah Arab Saudi saat ini tengah mengembangkan berbagai proyek strategis, termasuk pembangunan kota pintar, kawasan industri, dan infrastruktur pariwisata. 

Pada sektor hunian, kepemilikan rumah di Arab Saudi telah mencapai 66,24%. Indonesia dapat memanfaatkan potensi peningkatan permintaan yang masif terhadap furnitur kayu, produk dekorasi interior, dan bahan bangunan untuk mengisi pasar Arab Saudi.

Zulvi menjelaskan, berdasarkan laporan terbaru yang dirilis Strategi Management Office–Council of Economic and Development Affairs (SMO-CEDA), transformasi Saudi Vision 2030 telah mencapai 93% pada 2025. Capaian tersebut diukur melalui 38 indikator utama dan 390 sub-indikator yang telah ditetapkan sejak peluncuran program pada 2016. 

Implementasi dan perkembangan program transformasi ekonomi Arab Saudi tersebut dimonitor langsung oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (MBS). 

Zulvri melihat, Indonesia dapat memanfaatkan momentum Saudi Vision 2030 untuk mendorong ekspor ke Arab Saudi melalui penguatan diplomasi dagang, promosi produk unggulan, serta penguatan standar produk agar memenuhi kualifikasi yang ditetapkan Arab Saudi. Perwakilan perdagangan RI siap menjembatani penjajakan bisnis (business matching) antara eksportir Indonesia dan pembeli Arab Saudi.

“Pasar Arab Saudi saat ini sangat potensial bagi produk Indonesia. Untuk memaksimalkan peluang ini, perwakilan perdagangan di Arab Saudi siap memfasilitasi business matching pelaku usaha Indonesia dan Arab Saudi,” imbuh Zulvri. (Putri Astrian Surahman)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Mengenali Orang dengan IQ Rendah dari Cara Menanggapi Curhatan Menurut Psikolog
• 15 jam lalubeautynesia.id
thumb
9 WNI Ditangkap Israel, Kemlu: Dibawa ke Pelabuhan Ashdod
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Hoaks! Purbaya sebut agar investor CCCI cari negara lain untuk investasi
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Safari Kebangsaan PAC PDIP Bulak dan Muhammadiyah Perkuat Persatuan di Hari Kebangkitan Nasional 2026
• 2 jam laluberitajatim.com
thumb
Polisi Selidiki Penyebar Konten Video Kemunculan Pocong di Tangerang dan Motifnya
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.