Remahan Dendeng di Tiongkok Jatuh ke Lantai, Semut yang Memakannya Langsung Mati

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

Pada 20 Mei, topik “semut mati semua setelah memakan dendeng camilan anak yang jatuh ke lantai” menjadi trending di media sosial Tiongkok. Setelah video terkait tersebar, banyak warga daratan Tiongkok kembali khawatir terhadap masalah keamanan pangan.

EtIndonesia. Pada 17 Mei, seorang netizen dari Hainan mengunggah postingan di media sosial yang mengatakan:  “Camilan dendeng yang dibeli anak jatuh ke lantai, lalu dimakan semut dan semuanya mati. Entah kandungannya apa sampai sekuat itu, benar-benar mengerikan. Saya menolak membiarkan anak makan makanan seperti ini lagi.”

Video yang diunggah menunjukkan sebuah camilan “dendeng ayam suwir” dari salah satu merek di Tiongkok. Setelah remah-remah daging jatuh ke lantai, banyak semut datang memakannya. Namun dalam waktu singkat, seluruh semut tersebut mati. Pemandangan itu membuat bulu kuduk merinding.

Berdasarkan daftar komposisi pada kemasan, produk dendeng tersebut mengandung etil maltol (bahan penambah aroma) dan natrium nitrit (pengawet).

Media daratan melaporkan bahwa etil maltol mengeluarkan aroma manis yang menarik semut, sementara natrium nitrit menghambat kemampuan sel membawa oksigen sehingga menyebabkan semut mati lemas. Kombinasi keduanya disebut mirip prinsip kerja umpan pembasmi serangga komersial.

Semut bisa mati karena ukuran tubuhnya sangat kecil (berat sekitar 5 miligram) dan memiliki metabolisme yang cepat.

好可怕!大陸的手撕肉乾碎渣掉落在地板上,被螞蟻吃後,螞蟻全部死亡。 pic.twitter.com/e5bTSLjw8P

— 甜甜 (@tiantian108) May 20, 2026

Natrium nitrit merupakan bahan pengawet yang umum digunakan dalam produk daging untuk menghambat pertumbuhan bakteri botulisme, memperpanjang masa simpan, sekaligus menjaga warna daging tetap merah segar. Namun dalam kondisi tertentu, zat ini dapat membentuk nitrosamin yang bersifat karsinogenik kuat.

Sistem metabolisme anak-anak yang belum berkembang sempurna membuat konsumsi jangka panjang atau berlebihan terhadap produk daging olahan yang mengandung natrium nitrit berpotensi meningkatkan risiko kesehatan. Hal ini juga menjadi pengingat bagi para orang tua agar tidak hanya melihat rasa dan kemasan saat memilih camilan untuk anak, tetapi juga memperhatikan keamanan dan kewajaran komposisinya.

Video tersebut memicu kekhawatiran netizen mengenai keamanan pangan:

Ada juga yang berkomentar:

Sebagian netizen juga mengatakan bahwa beberapa camilan kemungkinan mengandung bahan tambahan berlebihan atau disalahgunakan, terutama produk tanpa merek terkenal. Konsumsi jangka panjang camilan tinggi garam dan aditif disebut dapat membebani hati dan ginjal anak-anak, serta mempengaruhi perkembangan indera perasa mereka sehingga terbiasa dengan rasa yang terlalu kuat.

Artikel itu juga menyinggung berbagai skandal keamanan pangan di Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir, seperti “susu beracun”, “daging mengandung clenbuterol”, “minyak limbah”, “roti kukus berwarna”, “beras beracun”, penggunaan ribuan jenis aditif makanan, hingga kasus “truk tangki pengangkut minyak makan campur muatan”. Menurut artikel tersebut, berbagai kasus itu menunjukkan seriusnya krisis kepercayaan dan kemerosotan moral dalam industri pangan di Tiongkok.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gelar RUPSLB, Jantra Grupo (KAQI) Resmi Angkat Direktur Baru
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Purbaya Bakal Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cewek Inisial YH yang Bawa Kabur HP di Photobox GPS Mall Akhirnya Dibekuk, yang Satunya?
• 4 jam laludisway.id
thumb
Menteri Pigai: Indonesia Ini Termasuk Negara yang Paling Aman Dibanding Negara Lain
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Imigrasi Semarang Salurkan Bantuan Peralatan Pertanian dan Bibit Jagung ke Desa Binaan di Demak
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.