Cuplikan CNN Picu Kontroversi: Iran Melatih Anak-Anak Memegang Senjata dan Simulasi Menembak Trump

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, pemerintah Iran kembali mengizinkan reporter CNN masuk ke Teheran untuk melakukan peliputan. Namun dalam program wawancara yang kemudian ditayangkan, muncul rekaman militer Iran melatih warga sipil dan anak-anak menggunakan senjata, serta pembawa acara televisi yang menjadikan Presiden AS Donald Trump sebagai sasaran tembak simulasi. Hal itu memicu kritik bahwa CNN telah berubah menjadi alat propaganda politik Iran.

Yang lebih memicu kecaman internasional adalah keputusan pemerintah Iran menurunkan usia perekrutan militer dan memaksa anak-anak berusia 12 tahun terlibat di medan konflik.

Dalam tayangan CNN tersebut terlihat adegan militer melatih anak-anak dan warga sipil menggunakan senjata, yang memicu kritik luas dari publik internasional.

Pemerintah Iran dinilai sengaja memperlihatkan pelatihan senjata dan parade massa untuk menciptakan kesan bahwa “seluruh rakyat mendukung rezim dan siap berperang”. Banyak pihak mempertanyakan muatan propaganda politik yang sangat kuat dalam tayangan itu.

Sebagian kalangan juga mengkritik CNN karena tidak mempertanyakan isi tayangan tersebut. Mereka menilai pelaporan yang menerima begitu saja narasi Iran berpotensi menjadikan media itu alat pencitraan bagi rezim Iran.

Belakangan ini, televisi pemerintah Iran juga secara terbuka menayangkan program pelatihan penggunaan senjata di berbagai saluran. Program tersebut bukan hanya mengajarkan cara menembak, tetapi juga menampilkan simulasi penembakan terhadap Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, hingga bendera United Arab Emirates yang dianggap provokatif.

Kontroversi semakin besar setelah Garda Revolusi Iran pada 26 Maret mengumumkan penurunan usia perekrutan tentara menjadi 12 tahun. Sejumlah anak-anak dan remaja dilaporkan sudah ditempatkan di pos pemeriksaan militer dan mulai menjalankan tugas patroli.

Beberapa waktu lalu, seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dilaporkan tewas akibat serangan drone saat bertugas di pos pemeriksaan di Tehran. Peristiwa itu memicu kecaman keras dari organisasi hak asasi manusia internasional.

Menurut hukum internasional, anak di bawah usia 15 tahun tidak boleh terlibat dalam konflik bersenjata. Iran sendiri sebelumnya telah menandatangani Convention on the Rights of the Child. Karena itu, kebijakan terbaru Iran memicu kecaman keras dari masyarakat internasional.

Laporan reporter NTDTV, Zheng Shengxun, dari AS


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Meta PHK 8.000 Staf di Tengah Fokusnya Ganti Peran Karyawan dengan AI
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Darurat Kesehatan dalam Bayang-Bayang Krisis Iklim Global
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Ancam Serang Teheran Lagi jika Iran Tolak Kesepakatan
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
5 Berita Terpopuler: P3K PW Sebaiknya Diintegrasikan Menjadi PPPK, tetapi PGRI Ingin Pengangkatan PNS, Tidak Ada PHK
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
AS Berikan Trump, Keluarga dan Kerajaan Bisnisnya Imunitas dari Audit Pajak: Berlaku Selamanya
• 7 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.