GPCI: Semua Relawan Global Sumud Flotilla akan Menuju Istanbul, Turki

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seluruh peserta Global Sumud Flotilla (GSF) 2 dan Freedom Flotilla Coalition (FFC), termasuk yang merupakan warga negara Indonesia (WNI), dilaporkan telah dibebaskan dari fasilitas penahanan Israel di Penjara Ktziot. Menurut Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Harfin Naqsyabandy, mereka kini sedang menjalani proses deportasi keluar dari Israel---wilayah Palestina yang diduduki---untuk bertolak menuju Istanbul, Turki.

Harfin mengatakan, informasi tersebut disampaikan berdasarkan konfirmasi resmi dari lembaga bantuan hukum Palestina, Adalah. Kemudian, kabar yang sama juga diperoleh dari sumber diplomatik internasional.

Baca Juga
  • Asabri Catat Penyaluran JKK Rp47 Miliar pada 2025
  • Pemerintah Pastikan Galon Guna Ulang AMDK Tetap Aman Dikonsumsi
  • Jelang Puncak Haji, Menteri Haji Pastikan Pelayanan Jamaah Berjalan Optimal

“Seluruh delegasi Global Sumud Flotilla dan Freedom Flotilla Coalition yang sebelumnya ditahan di Penjara Ktziot telah dibebaskan dari fasilitas penahanan Israel,” kata Harfin dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Kamis (21/5/2026).

Menurut keterangan tersebut, para delegasi diberangkatkan melalui Bandara Ramon/Eilat menuju Istanbul. Tim hukum Adalah masih terus melakukan pemantauan untuk memastikan seluruh aktivis GSF 2 dan FFC, termasuk yang WNI, dapat keluar dengan aman tanpa penundaan tambahan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sebelumnya, para delegasi mengaku mengalami berbagai tindakan kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi selama berada dalam tahanan Israel. Beberapa di antaranya menjadi korban pemukulan, penggunaan taser dan peluru karet, pelecehan, hingga pemaksaan berada dalam posisi menyakitkan.

Laporan tersebut juga menyebut sebagian korban mengalami luka serius dan sempat memperoleh perawatan medis.

Tim hukum Adalah menegaskan bahwa operasi intersepsi kapal di perairan internasional, penahanan terhadap sipil, hingga tindakan kekerasan terhadap aktivis kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

“Hingga saat ini situasi masih dinamis dan proses pemulangan terus dipantau melalui jalur hukum, diplomatik, serta jaringan internasional pendukung flotilla,” katanya.

“Mohon doa terbaik agar seluruh delegasi, termasuk WNI, dapat segera tiba dengan selamat dan sehat,” katanya mengakhiri. 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Zodiak yang Paling Suka Menjadi Pusat Perhatian
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pigai Beberkan Isi RUU Masyarakat Adat, dari Pengakuan hingga Komisi Nasional
• 57 menit lalupantau.com
thumb
Open Trip Gunung Dukono Berujung Petaka, Penyelenggara Jadi Tersangka Usai 3 Pendaki Tewas
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Polda Metro Minta Hakim Tolak Praperadilan Kasus Penyiraman Andrie Yunus
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Bayi Laki-laki Ditemukan dalam Kardus di Tulungagung, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan
• 3 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.