Pemerintah mulai mengantisipasi potensi tekanan ekonomi yang diperkirakan muncul pada semester kedua 2026 akibat kenaikan harga minyak dunia dan ketidakpastian geopolitik global.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap dirinya telah memberi peringatan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kemungkinan meningkatnya tekanan inflasi setelah Juli 2026.
Menurut Luhut, pemerintah perlu mulai menyiapkan stimulus ekonomi tambahan agar daya beli masyarakat tetap terjaga ketika dampak kenaikan harga energi mulai terasa di pasar domestik.
“Tapi saya juga ingatkan kepada presiden, kita harus melihat dengan jelas setelah Juli. Jadi, kita juga harus mempersiapkan stimulus untuk menjaga ekonomi kita,” kata Luhut dikutip dari Instagram @luhut.pandjaitan
Ia menjelaskan kenaikan harga minyak global berpotensi memicu kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
Luhut menilai efek tekanan tersebut kemungkinan mulai terasa sejak bulan ini atau awal bulan berikutnya apabila situasi global tidak kunjung stabil.
“Karena kita mengerti dampak harga minyak pada ekonomi kita, pada barang, saya pikir (akan terasa) mulai bulan ini atau mungkin awal bulan berikutnya,” ujarnya.
Meski memberi peringatan soal ancaman inflasi, Luhut tetap menilai fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang relatif kuat.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi nasional masih mampu bertahan di level 5,61 persen dengan tingkat inflasi yang menurutnya tetap terkendali.
Menurut dia, pemerintah sejauh ini masih berhasil menjaga stabilitas harga meskipun pasar global sedang menghadapi tekanan besar akibat konflik geopolitik dan gejolak energi.
“Tapi saya juga bisa memberitahu Anda, inflasi kita masih bisa dikelola dengan baik, kira-kira di 2,4%. Kita berusaha untuk tidak menurun,” katanya.
Pernyataan itu disampaikan Luhut saat bertemu investor dan manajer investasi global di Singapura dalam agenda membahas kondisi ekonomi Indonesia terkini.
Dalam forum tersebut, ia juga sempat meminta maaf kepada investor yang terdampak situasi pasar keuangan Indonesia beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: Hashim Ingatkan Investor Butuh Kepastian Hukum, Bukan Sekadar Potensi Energi
“Mengingat kita memiliki beberapa masalah di sini dan di sana, dan saya minta maaf juga, mungkin beberapa dari Anda memiliki dampak negatif karena situasi ini,” ujar Luhut.
Pernyataan tersebut memperlihatkan pemerintah mulai aktif menjaga kepercayaan investor sekaligus menyiapkan langkah antisipasi terhadap tekanan ekonomi global yang berpotensi memengaruhi kondisi domestik.





