Polisi mendalami viral dugaan teror kotoran sapi kepada sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur (Jaktim). Polisi mengimbau pihak yang dirugikan membuat laporan resmi.
"Kita sudah arahkan pemilik kios membuat laporan," kata Kapolsek Pasar Rebo, Kompol I Wayan Wijaya, Kamis (21/5/2026).
Dia mengatakan anggota Polsek Pasar Rebo telah mendatangi lokasi pembuangan kotoran sapi ke lapak PKL di kawasan Kenanga, Kalisari, Pasar Rebo, Jaktim. Peristiwa teror kotoran sapi itu terjadi pada Selasa (19/5) malam.
"Lokasi yang ditaruh kotoran di depan ruko yang dipakai jualan pedagang kaki lima," ujarnya.
Meski belum ada laporan resmi, polisi tetap mendalami keterangan dari pemilik terkait dugaan perbuatan tak menyenangkan tersebut. Kotoran sapi itu dibuang di dua lokasi.
Wayan mengatakan pelemparan kotoran sapi terjadi hanya pada Selasa (19/5). Dia mengatakan kasus itu juga tidak pernah terjadi sebelumnya.
"Ada 2 titik (pelemparan kotoran sapi) sesuai di gambar. Baru pertama kali terjadi dan hanya hari itu saja. Situasi saat ini sudah kondusif," ucap dia.
Wayan mengatakan kotoran sapi tersebut dilempar di depan ruko. Rukonya sendiri tidak menjadi sasaran. Lapak yang dilempari kotoran sapi ini biasanya setiap pagi dipakai PKL untuk berjualan sayuran dan kue.
"Bukan ruko yang dilempari, tapi kotorannya di depan ruko yang dipakai buat jualan pedagang kaki lima," kata Wayan.
Ia menambahkan pihaknya masih menyelidiki kejadian termasuk motif pelaku. Polisi sendiri masih mencari rekaman CCTV.
"Masih diselidiki, tidak ada CCTV di sana," tambahnya.
Dia mengatakan PKL juga sudah berjualan lagi di tempat kejadian perkara (TKP). "Sudah (jualan lagi," katanya.
(jbr/mei)





