VIVA – Aston Villa akhirnya mengakhiri penantian panjang selama 30 tahun tanpa trofi dengan cara luar biasa. Tim racikan Unai Emery tampil perkasa usai membantai Freiburg 3-0 pada final Liga Europa di Istanbul, Kamis 21 Mei 2026
Gol-gol spektakuler Youri Tielemans, Emiliano Buendia, dan Morgan Rogers memastikan Villa berpesta di Besiktas Stadium sekaligus mengangkat trofi Eropa pertama mereka sejak menjuarai European Cup tahun 1982.
Villa langsung tampil agresif sejak menit awal. Morgan Rogers nyaris membuka keunggulan cepat, namun kiper Freiburg Noah Atubolu masih mampu melakukan penyelamatan penting.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-41 lewat aksi brilian Tielemans. Berawal dari skema sepak pojok pendek, Rogers mengirim umpan akurat yang disambar Tielemans dengan tendangan voli keras dari dalam kotak penalti.
Gol itu menjadi spesial karena baru menjadi gol kedua Tielemans musim ini sekaligus yang pertama sejak Desember lalu.
Belum sempat Freiburg bangkit, Villa kembali menghantam tepat jelang turun minum. Emiliano Buendia mencetak gol indah lewat sepakan melengkung ke pojok gawang setelah lini belakang Freiburg gagal menutup ruang tembaknya.
Masuk babak kedua, Villa sama sekali tak mengendurkan serangan. Morgan Rogers ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-58 usai menyambar umpan silang Buendia.
Gol tersebut langsung menyempurnakan malam bersejarah Aston Villa yang akhirnya menghapus dahaga gelar selama tiga dekade.
Kesuksesan ini juga semakin menegaskan status Unai Emery sebagai “raja” Liga Europa. Pelatih asal Spanyol itu kini sudah lima kali menjuarai kompetisi tersebut setelah sebelumnya sukses bersama Sevilla pada 2014, 2015, 2016, dan Villarreal pada 2021.
Meski begitu, Emery menolak disebut sebagai penguasa Liga Europa.
“Ini fantastis. Eropa memberi kami banyak hal. Untuk diri saya juga. Saya selalu sangat berterima kasih kepada kompetisi Eropa, terutama Liga Europa,” ujar Emery.
Ia juga menegaskan Aston Villa belum ingin berhenti sampai di sini.
“Saya pribadi adalah sosok yang ambisius dan tentu membutuhkan dukungan. Pemilik klub, semua orang yang bekerja di klub. Perkembangan adalah segalanya.”
“Para pemain mengikuti kami. Kami melakukannya bersama-sama. Tapi kami harus terus menjaga ambisi itu dengan jelas dan realistis. Kami ingin terus berkembang.”





