Bukan Cuma Modal, Pendampingan Jadi Kunci Sukses Bisnis UMKM

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Akses permodalan dinilai bukan satu-satunya faktor utama yang dibutuhkan pelaku usaha ultra mikro untuk berkembang di tengah ketatnya persaingan pasar. Faktanya, tanpa akses pengetahuan, jejaring, kepercayaan diri, dan pendampingan yang tepat, bisnis skala rumah tangga kerap jalan di tempat.

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengintensifkan program Mekaarpreneur untuk mendorong pengusaha ultra mikro naik kelas. Inisiatif ini berfokus pada penyediaan inkubasi bisnis yang terarah guna mengatasi masalah mendasar UMKM, yakni keterbatasan literasi bisnis dan akses pasar.
 

Baca Juga :

Menko Perekonomian Gelar Rapat Pembentukan Badan Ekspor Nasional

"Saya mendapatkan ilmu banyak sekali, mendapatkan teman dan pengalaman luar biasa. Saya diajarkan cara branding produk dan pemasaran digital. Produk saya juga bisa berkolaborasi dengan teman-teman yang lain. Ilmu yang saya dapat bisa saya share ke anggota kelompok," ujar Yuliana Dewi Putri, nasabah PNM Mekaar peraih juara 1 Mekaarpreneur lingkup Bekasi–Jakarta, dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 18 Mei 2026.

Yuliana, yang kini sukses membesarkan bisnis minuman herbal (herbal drink), menjadi salah satu bukti nyata efektivitas program tersebut. Melalui Mekaarpreneur, para pelaku usaha rumah tangga tidak sekadar diberikan akses pembiayaan modal, melainkan juga penguatan mental usaha, pengembangan kualitas produk, hingga strategi membaca peluang pasar.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa tantangan pengusaha ultra mikro tidak berhenti pada modal semata. Banyak pelaku usaha yang menghadapi persoalan krusial seperti kurangnya pemahaman manajemen keuangan, tidak tahu cara mengemas (packaging) produk agar bernilai tambah, hingga minimnya keberanian untuk melakukan inovasi.

Pendekatan pemberdayaan berkelanjutan dinilai menjadi kunci. Pembiayaan bertindak sebagai pintu masuk, sementara pelatihan dan mentoring berkala dari PNM menjadi jembatan utama agar pelaku usaha kecil dapat bertahan di tengah ketatnya persaingan pasar.


Bisnis minuman herbal (herbal drink). Foto: Dok. Istimewa.

Melalui program ini, para nasabah dibimbing untuk mempresentasikan usaha secara profesional, membangun identitas merek (branding), serta berinteraksi dalam ekosistem kewirausahaan yang lebih luas. Pengalaman ini terbukti mengubah cara pandang pelaku usaha dalam mengelola bisnis mereka.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal FIFA Matchday Juni 2026: Indonesia Hadapi Oman dan Mozambik
• 6 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Kecurigaan KDM Semakin Terang Benderang? Priyo Kembali Ungkap Fakta 4 Nama Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Komisi I DPRD Bandung Dorong Pengawasan Konten Digital dan Penyusunan Kode Etik untuk Pegiat Media Sosial
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
BNPB: Banjir di Pasuruan Berdampak pada 1.102 Jiwa
• 14 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Raih Cum Laude, Disertasi Sabar Tobing Soroti Urgensi Transformasi Digital Perpajakan
• 5 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.