FAJAR, JAKARTA — Kepindahan Ole Romeny dan Marselino Ferdinan ke Super League musim depan sejauh ini masih sebatas rumor dan spekulasi bursa transfer. Namun, nama keduanya memang mulai sering dikaitkan dengan sejumlah klub besar Indonesia setelah situasi mereka di Oxford United menjadi sorotan.
Untuk Ole Romeny, kontraknya masih cukup panjang hingga 2028 sehingga peluang pulang ke Indonesia dalam waktu dekat sebenarnya tidak terlalu besar. Meski musim ini minim kontribusi gol di League One, Oxford United tampaknya masih melihat Ole sebagai proyek jangka panjang pasca cedera patah kaki yang sempat menghambat adaptasinya.
Situasi berbeda justru dialami Marselino Ferdinan. Kontrak gelandang muda Timnas Indonesia itu akan habis pada Juni 2026 dan hingga kini belum ada kepastian soal perpanjangan kontrak. Karena itulah rumor kepindahannya mulai berkembang liar.
Beberapa klub yang paling sering dikaitkan dengan Marselino antara lain:
Persebaya Surabaya
Faktor emosional dan sejarah besar keluarga Marselino dengan Persebaya membuat rumor ini paling kuat. Apalagi Persebaya sedang membangun proyek ambisius bersama Bernardo Tavares.
Persib Bandung
Persib disebut ingin membangun skuad lebih dalam demi mempertahankan dominasi Super League dan tampil di Asia.
Persija Jakarta
Macan Kemayoran juga aktif dikaitkan dengan banyak pemain bintang jelang musim depan, termasuk pemain diaspora dan Timnas Indonesia.
Garudayaksa FC
Klub yang identik dengan proyek besar dan dukungan kuat ini mulai disebut-sebut sebagai “kuda hitam” perekrutan pemain nasional. Rumor keterkaitan dengan Marselino maupun Ole muncul karena Garudayaksa dianggap memiliki kekuatan finansial dan ambisi besar setelah promosi ke Super League.
Kalau melihat situasi realistis saat ini, peluang Marselino bermain di Indonesia lebih terbuka dibanding Ole Romeny. Namun keputusan akhirnya kemungkinan akan bergantung pada:
tawaran kontrak baru dari Oxford United,
peluang bermain reguler di Eropa,
dan proyek olahraga dari klub peminat di Indonesia.
Sementara untuk Ole, kemungkinan terbesar tetap bertahan di Eropa, baik bersama Oxford United maupun dipinjamkan ke klub lain agar mendapat menit bermain lebih banyak.




