Klarifikasi Kepala BGN soal Pemberian Susu Formula pada MBG yang Disorot IDAI

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menanggapi terkait surat terbuka dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang menyoroti pemberian susu formula pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dadan menjelaskan, BGN tidak membuka opsi pemberian susu formula bayi karena ingin mengutamakan Air Susu Ibu (ASI).

"BGN tidak membuka opsi susu formula bayi karena ingin mengutamakan ASI. Jadi mohon dicermati dengan lebih saksama," ujar Dadan saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (21/5/2026).

Dadan menuturkan, BGN hanya membuka opsi pemberian susu formula Lanjutan dan Formula Pertumbuhan pada MBG.

Baca juga: KSP Dudung Bantu BGN Awasi Program MBG, Harap Tak Ada Oknum Jual-Titip Keuntungan

Pemberian itu juga sesuai kebutuhan dan atas rekomendasi ahli gizi SPPG atau minimal bidan dan puskesmas setempat.

"Minimal bidan atau puskesmas jika ASI tidak cukup untuk mendukung pertumbuhan," jelas dia.

Untuk Kelompok Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Anak Balita, BGN membuka opsi untuk memberikan nutrisi sesuai kebutuhan berbasis hasil diagnosis di lapangan.

Dadan lalu menjelaskan terkait pemberian susu formula yang dibedakan berdasarkan tahap usia untuk mendukung tumbuh kembang anak, yaitu:

  • Formula Bayi (Tahap 1): Untuk bayi baru lahir hingga usia 6 bulan

Komposisinya dirancang agar paling mendekati ASI, menjadikannya sumber nutrisi utama.

  • Formula Lanjutan (Tahap 2): Untuk bayi berusia 6–12 bulan.

Diformulasikan sebagai pelengkap seiring dimulainya Makanan Pendamping ASI (MPASI) dengan tambahan protein, kalsium, dan zat besi.

  • Formula Pertumbuhan (Tahap 3 & seterusnya): Diperuntukkan bagi balita (usia 1–3 tahun atau lebih).

Berfungsi sebagai nutrisi pendukung untuk aktivitas dan masa pertumbuhan aktif mereka.

Baca juga: Kemenkes Buka Suara soal Susu Formula dalam MBG, Akan Kirim Surat Rekomendasi ke BGN

"BGN sekali lagi tidak membuka opsi Susu Formula Bayi, hanya Formula Lanjutan dan Pertumbuhan," tegas Dadan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebelumnya, IDAI menyampaikan surat terbuka Kepala BGN Dadan Hindayana, Wakil Ketua BGN Nanik S Deyang, Wakil Ketua BGN Sony Sonjaya, dan Wakil Ketua BGN Lodewyk Pusung, terkait pemberian susu formula pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam surat terbuka itu, IDAI memberikan empat rekomendasi untuk BGN:

  • Harmonisasi Kebijakan Publik Badan Gizi Nasional dan Kementerian Kesehatan.
  • Mengembalikan Peruntukan Susu Formula Sesuai Rekomendasi Dokter dan Indikasi Medis.
  • Memprioritaskan Kemandirian Pangan Lokal.
  • Melakukan Telaah Ulang dan Sinkronisasi Petunjuk Teknis Intervensi Gizi Nasional BGN agar sesuai dengan: Undang-Undang No. 17 Tahun 2023, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan, Pedoman Standar Gizi Kemenkes RI, Kode Internasional WHO tentang Pemasaran Produk Pengganti ASI.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Bukan Tanpa Alasan, Wapemred Republika Ungkap Alasan Jurnalisnya Ikut Global Sumud Flotilla ke Gaza
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Kim Dan Dikabarkan Main Drakor Baru dengan Nana
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Bek Persib Julio Cesar Minta Semua Pemain Fokus Hadapi Laga Akhir
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Atap Pejalan Kaki di Stasiun Jurangmangu Rusak, Penumpang KRL Khawatir Roboh
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.