Bisnis.com, JAKARTA — Produsen otomotif asal China, BYD Indonesia mulai memasarkan model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) pertamanya di pasar domestik melalui BYD M6 DM.
Kehadiran BYD M6 DM diproyeksikan akan bersaing dengan Toyota Veloz Hybrid yang sama-sama bermain di segmen multipurpose vehicle (MPV) tujuh penumpang berbasis elektrifikasi.
Secara teknologi, hybrid electric vehicle (HEV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) sama-sama memadukan mesin bensin dan motor listrik. Namun, keduanya memiliki perbedaan dari sisi kapasitas baterai serta metode pengisian daya.
Pada kendaraan HEV, pengisian daya baterai berlangsung otomatis melalui mesin dan regenerative braking tanpa perlu pengisian eksternal. Sementara itu, PHEV menggunakan baterai lebih besar yang dapat diisi ulang melalui charger eksternal dan mampu menempuh jarak lebih jauh menggunakan mode listrik murni.
Head of Marketing, PR & Government BYD Indonesia Luther T. Panjaitan mengatakan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di Indonesia masih belum merata, terutama di wilayah luar perkotaan.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat kendaraan PHEV menjadi salah satu alternatif bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi, tetapi tetap membutuhkan fleksibilitas penggunaan BBM.
Baca Juga
- BYD M6 DM PHEV Diproduksi di Pabrik Subang, Segini Kisaran Harganya
- Permintaan Melonjak 100.000 Unit, BYD Tunda Peluncuran SUV Listrik Great Tang
- BYD Harap Pemerintah Beri Insentif PHEV Usai Luncurkan M6 DM
"Adopsi teknologi baru, khususnya di wilayah rural, juga belum secepat kawasan urban. Karena itu, kehadiran PHEV menjadi solusi pelengkap untuk menjawab kondisi tersebut," ujar Luther, dikutip Rabu (20/5/2026).
Dia menambahkan, kendaraan PHEV menawarkan fleksibilitas lebih tinggi karena pengguna tetap dapat mengisi BBM ketika daya baterai habis digunakan.
Luther menilai BYD M6 DM memiliki peluang cukup besar di pasar domestik lantaran menyasar segmen kendaraan tujuh penumpang yang masih mendominasi pasar otomotif nasional.
Selain menawarkan kapasitas kabin besar, model tersebut juga diklaim tetap kompetitif dari sisi harga serta sesuai dengan kebutuhan konsumen di wilayah rural.
Sebagai informasi, teknologi BYD DM merupakan salah satu teknologi New Energy Vehicle (NEV) milik BYD. DM atau Dual Mode mengombinasikan sistem kendaraan listrik dan hybrid dalam satu platform.
Berbeda dengan kendaraan konvensional yang mengandalkan mesin bensin sebagai penggerak utama, sistem BYD DM memprioritaskan motor listrik sebagai sumber tenaga utama. Adapun mesin bensin berfungsi mendukung suplai energi listrik dan meningkatkan efisiensi ketika dibutuhkan.
Dari sisi spesifikasi, BYD M6 DM menggunakan mesin 1.5L dengan tenaga maksimum 72 kW dan torsi 125 Nm. Kendaraan tersebut juga dibekali motor EHS 5.0 dengan putaran hingga 15.000 rpm.
BYD menyebut teknologi tersebut mendukung perpindahan tiga mode berkendara utama, yakni EV, series, dan parallel tanpa hentakan. Selain itu, sistem kontrol terintegrasi 7-in-1 diklaim mengalami peningkatan kemampuan komputasi chip hingga 146%.
Secara efisiensi, BYD mengklaim konsumsi bahan bakar M6 DM mencapai 65 kilometer per liter dengan total jarak tempuh lebih dari 1.800 kilometer. Adapun efisiensi termal mesin disebut mencapai 46%. Hingga kini, BYD masih belum mengumumkan harga resmi M6 DM di Indonesia.
Spesifikasi Veloz HybridDi sisi lain, Toyota Veloz Hybrid EV hadir sebagai low MPV tujuh penumpang yang mengusung teknologi hybrid electric vehicle (HEV) guna meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus menekan emisi.
Model tersebut dibekali mesin bensin 1.5L berkode 2NR-VEX yang dipadukan dengan motor listrik dan transmisi eCVT. Toyota mengklaim konsumsi BBM Veloz Hybrid EV dapat mencapai 28,9 kilometer per liter serta dilengkapi EV Mode untuk pengalaman berkendara lebih senyap pada kondisi tertentu.
Dari sisi desain, Veloz Hybrid EV hadir dengan tampilan lebih sporty melalui penggunaan grille baru, velg 17 inci berwarna hitam, two-tone roof, hingga emblem HEV pada beberapa varian.
Masuk ke interior, Veloz Hybrid EV menggunakan nuansa hitam premium dan dibekali head unit 10 inci yang mendukung konektivitas smartphone, fitur streaming, hingga berbagai fungsi hiburan lainnya. Toyota juga menyematkan wireless charger, ambient light, electric parking brake, hingga Toyota Safety Sense (TSS) pada varian tertinggi.
Secara dimensi, MPV hybrid tersebut memiliki panjang sekitar 4,5 meter dengan wheelbase 2.750 mm dan ground clearance 205 mm sehingga masih sesuai untuk berbagai kondisi jalan di Indonesia.
Toyota memasarkan Veloz Hybrid EV dalam beberapa pilihan varian mulai dari V HEV hingga Q HEV TSS Modellista dengan banderol Rp303 juta hingga Rp350 juta. Kehadiran model tersebut sekaligus memperkuat strategi elektrifikasi Toyota di segmen kendaraan keluarga dengan kombinasi efisiensi, kapasitas kabin luas, serta fitur modern.





