MNC Group mulai memikirkan strategi untuk memperluas bisnis ke pasar global, salah satunya lewat industri konten digital berbasis internet.
IDXChannel - MNC Group kini berekspansi ke bisnis micro-drama berbasis digital melalui V+Short. Langkah ini dilakukan karena pasar internet dinilai memiliki potensi global yang sangat besar.
Hal ini diungkapkan oleh Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo saat MNC Forum ke-82 di Jakarta Concert Hall iNews Tower, Kamis (21/5/2026).
Hary mengatakan, kondisi ekonomi saat ini membuat perusahaan perlu mencari peluang ekspansi yang tidak hanya bergantung pada pasar Indonesia. Peluang ekspansi juga dinilai perlu merambah pasar global yang ekonominya berkembang pesat.
“Kita tahu bahwa ekonomi kita ini kan dalam posisi yang perlu dicermati. Tapi secara global, banyak ekonomi negara lain itu maju pesat,” kata Hary.
Karena itu, MNC Group mulai memikirkan strategi untuk memperluas bisnis ke pasar global, salah satunya lewat industri konten digital berbasis internet. Apalagi bisnis berbasis internet memilik jangkauan tanpa batas negara.
“Salah satu yang paling mungkin adalah mengembangkan kegiatan atau usaha yang terkait dengan internet. Karena internet itu tidak terbatas. Internet itu bisa travel global, di mana pun saja,” kata Hary.
MNC Group, lanjut Hary, akhirnya memutuskan untuk membangun bisnis micro-drama melalui aplikasi V+Short. Hary menyebut pasar micro-drama saat ini masih sangat terbuka dan memiliki potensi besar secara global.
Hary pun memberi contoh beberapa platform micro-drama asal China seperti DramaBox dan ReelShort yang sukses meraih pasar internasional. Untuk itu, ia mengaku optimis terhadap perkembangan V+Short.
“Dua-duanya perusahaan China, tapi mereka itu mampu 90 persen lebih pendapatan mereka itu dari luar China,” kata Hary.
Terlebih, aplikasi ini sudah diunduh 2,2 juta pengguna hanya dalam waktu sekitar 2 minggu sejak resmi diluncurkan pada 8 Mei 2026 lalu. Menurut Hary, pasar global menjadi alasan utama optimisme tersebut.
Hary juga menyebut jumlah pengguna ponsel di dunia jauh lebih besar dibanding pasar Indonesia saja.
“Dalam waktu kurang lebih dua minggu lebih, kita mampu mencapai install di atas 2,2 juta,” katanya.
“Penduduk dunia itu 8 miliar. Kalau kita bicara penetrasi unique mobile user itu adalah 70 persen, jadi ada 5,6 miliar market yang bisa disasar,” kata Hary.
(Nur Ichsan Yuniarto)




