JAKARTA, KOMPAS.com - Gunawan (33) mengaku dibacok dua pria tidak dikenal di kamar indekosnya, Jalan Tomang Utara I, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Rabu (20/5/2026) malam.
Gunawan diserang pelaku saat tengah tertidur lelap. Akibatnnya dia harus menerima lebih dari 100 jahitan di kepala, tangan dan pinggang.
Gunawan tampak tidak mengenakan baju karena luka di bagian pinggang dan kepalanya dililit perban.
"Dibacoknya banyak. Ini ada beberapa di kepala sama tangan, mungkin sembilan bacokan ada," ucap Gunawan kepada Kompas.com, Kamis.
Baca juga: Kronologi Pembacokan Seorang Pria di Tomang Jakbar: Kamar Didobrak, Diserang Saat Tidur
Ia pun dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Waras oleh warga agar bisa mendapat perawatan medis.
Namun, Gunawan tidak mau dioperasi karena khawatir tidak bisa membayar biaya rumah sakit yang ditaksir mencapai ratusan juta.
Akhirnya, ia hanya menerima perawatan berupa jahitan dan obat resep dari dokter.
"Saya rawat jalan saja, enggak berani, takut enggak sanggup bayarannya kayak gitu (dirawat di rumah sakit). Kemarin saja kalau saya dioperasi tuh sampai Rp 150 juta katanya, makanya ini hanya dijahit saja," ungkapnya.
Dobrak Pintu Kos
Gunawan menceritakan, penyerangan terjadi dengan sangat cepat karena kedua pelaku tiba-tiba mendobrak pintu kamarnya dan langsung melakukan pembacokan.
"Posisi lagi tidur. Bangun tidur, dia (pelaku) tendang pintu. Dia masuk terus sudah langsung bacok-bacok saya pakai celurit itu," ucapnya.
Sadar nyawanya terancam, Gunawan memaksakan diri untuk melawan.
Ia pun berulang kali memberontak demi mencari celah agar bisa melarikan diri.
"Saya melawan di sini, di dalam kamar. Kan dia bacok-bacok saya dalam kamar. Saya lari, saya melawan sedikit. Saya lengah, saya lari. Itu posisi sudah penuh bacokan, muka sudah penuh darah," katanya.
Baca juga: Pria Dibacok di Tomang Jakbar, Polisi Sebut Dipicu Masalah Asmara
Ia berlari keluar meminta tolong, tetapi warga sekitar ketakutan melihat kondisinya yang bersimbah darah.